13.8 C
New York
Saturday, May 30, 2026

Buy now

spot_img

PKL Pasar Minggu Tolak Ditertibkan, Minta Didata Ulang

BencoolenTimes.com – Penertiban pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Minggu Kota Bengkulu menemui titik buntu, puluhan PKL pasar Minggu yang berjualan di trotoar dan bahu jalan menolak dilakukan penertiban lapak yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu pada Jumat pagi, 23 Mei 2025.

Dalam upaya penertiban tersebut sempat terjadi perdebatan dan sitegang antara pedagang dan petugas Satpol PP Kota Bengkulu didampingi pihak Polsek Ratu Samban.

Menurut Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Minggu Bengkulu (P3MB), Edi Susanto, penolakan itu disebabkan karena lapak yang telah disediakan Pemkot Bengkulu tidak cukup untuk semua para pedagang.

Edi mengklaim anggotanya ada sekitar 200 pedagang, sementara lapak yang telah tersedia hanya bisa menampung sekitar 25 pedagang.

“Anggota kami kurang lebih 200 pedagang, ada anggota aktif dan tidak aktif. Yang tidak aktif itu yang berdagang puluhan tahun, karena mereka merasa tidak aman dan nyaman maka mereka beralih menjadi profesi lain seperti kuli dan sebagian digantikan oleh suami atau ibunya,” kata Edi.

Dia meminta agar pihak pemerintah untuk mendata ulang para pedagang yang berada di pasar Minggu. Karena pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) hanya mendata sebanyak 10 sampai 12 pedagang.

“Sebelumnya kami sudah sampaikan bahwa anggota kami ada sekian. Sebagian pedagang diarahkan masuk ke PTM, tapi saat pedagang coba berjualan di dalam PTM, jualan pedagang tidak laku,” sampai Edi.

Sementara itu, Sekretaris Disperindag Kota Bengkulu Firjoni Aprianto mengatakan ada beberapa pedagang belum ingin pindah ke dalam pasar dan masih tetap bertahan berjualan di trotoar dan bahu jalan.

Pihaknya didampingi oleh pihak kepolisian, TNI, Satpol PP Kota Bengkulu dan OPD terkait terus melakukan upaya yang preventif agar para pedagang ini pindah lapak jualan.

“Kita tetap melakukan pendekatan secara humanis dan kondusif kepada para pedagang yang berjualan di trotoar dan bahu jalan. Kita pemerintah menginginkan agar pasar ini kembali kepada fungsinya dan begitu juga fungsi jalan,” sampai Firjoni.

Firjoni menyampaikan, sebelum pihaknya telah melakukan pendataan terhadap PKL yang memang benar-benar ingin berjualan di pasar Minggu ada sekitar sepuluh pedagang.

“Sehingga pemerintah kota Bengkulu melalui PUPR sudah membuat pelataran untuk berjualan di dalam pasar Minggu, sedangkan mereka pedagang masih enggan masuk ke dalam pasar,” sampai Firjoni.(JUL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!