spot_img
Wednesday, August 3, 2022
spot_img
HomeHukumPolda Bongkar Manipulasi Bibit Sawit Program Replanting, Amankan Pasutri dan Rekan

Polda Bongkar Manipulasi Bibit Sawit Program Replanting, Amankan Pasutri dan Rekan

-

BencoolenTimes.com, – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu berhasil membongkar dugaan manipulasi bibit sawit program replanting pemerintah pusat untuk masyarakat perkebunan sawit. Tiga orang terduga pelaku diamankan Polda Bengkulu, yakni Muhammad Syah, Hamdani Hasibuan bersama istrinya yakni Melda.

Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu, Kombes Pol Aries Andhi mengatakan, ketiga terduga pelaku memperjual belikan bibit sawit yang tidak sesuai dengan standar mutu dan sertifikat yang ditetapkan penyedia bibit asli dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk.

Modus ketiga tersangka cukup rapi, supaya pembeli bibit percaya, mereka menyertakan sertivikat hasil kajian penelitian kelapa sawit tersebut, sehingga seolah-olah, bibit yang diedarkan adalah asli.

Bibit sawit program replanting salah satunya di produksi oleh perusahaan PPKS, anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mana di Bengkulu sudah menunjuk agen dalam pendistribusian bibit sawit program replanting.

Tiga terduga pelaku melakukan penjualan bibit sawit ke desa-desa di salah satu Kecamatan Kabupaten Seluma yang melaksanakan peremajaan sawit. Selain itu, pembelian bibit itu menggunakan dana desa dan berdasarkan hasil pemeriksaan terdapat selisih harga yang signifikan.

“Pada saat ini kita juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa Kepala Desa, karena dari hasil dari pemeriksaan tersangka, didapat selisih harga yang cukup signifikan, sehingga muncul dugaan tindak pidana korupsi dalam pembelian bibit sawit ini. Kita juga amankan struk pembayaran bibit sawit,” kata Aries.

Aries menuturkan, sementara tercatat, ada sekitar 13 desa yang melakukan kegiatan pembelian bibit sawit menggunakan dana desa. Dalam keterangannya tersangka juga mengugapkan, bibit sawit dijual Rp 10.000 per batang dengan rincian harga Rp2.500, kemudian keuntungan penjual Rp 3.500 sedamgkan yang Rp 4.000 ada bagian untuk Kepala Desa.

“Saat ini kita masih dalami, potensi terjadinya tindak pidana korupsi. Disini yang kita sesalkan yaitu bibit sawit yang diedarkan ini tidak tau mutunya, tentuya merugikan masyarakat yang menunggu lama selama 3 tahun dalam menanam sawit terus tidak berbuah ini sudah rugi waktu, rugi biaya,” ungkap Aries.

Aries menerangkan, dengan peristiwa ini pihaknya akan berkomunikasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu supaya memberian arahan kepada wilayah-wilayah yang melaksanakan replanting, agar bekerjasama dengan penyedia bibit kelapa sawit yang benar-benar terjamin. (Cw2)

Related articles

Latest posts

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!