BencoolenTimes.com – Progres pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih (KMP) di Kabupaten Seluma pada awal tahun 2026, menunjukan peningkatan. Dari 202 KMP se-Kabupaten Seluma, setidaknya sudah 76 titik telah berjalan pembangunannya.
Ini disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0425/Seluma, Letkol Kav. Yuliansyah kepada wartawan. Disebutkan, salah satu kendalanya adalah ketersediaan dan luas lahan.
‘’Target KMP di Kabupaten Seluma itu sebanyak 202 desa/kelurahan dan saat ini untuk pembangunan gedung, sudah berjalan sebanyak 76 titik dan yang sudah terdukung anggaran sebanyak 81 titik,’’ sampai Dandim.
Selain itu, dari 202 desa/kelurahan, sebanyak 120 titik diantaranya masih terkendala masalah lahan. Bahkan, empat di antaranya berada di kawasan sepadan sungai sehingga tidak memenuhi syarat untuk pendirian bangunan KMP.
‘’Kendalanya ada di lahan dan ada 120 desa yang masih terkendala, serta empat titik diketahui berada di sepadan sungai. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Seluma terkait hal ini,’’ ungkap Dandim.
Meski demikian, upaya dari pemerintah desa terus dilakukan dan sejumlah desa masih berproses menyiapkan lahan yang sesuai dengan ukuran 30 x 30 meter persegi. Sementara itu, sebagian desa lainnya telah memperoleh hibah lahan dari masyarakat.
‘’Alhamdulillah, ada juga desa yang sudah menyiapkan lahan secara mandiri, bahkan ada yang mendapatkan hibah lahan dari masyarakat. Ini sangat membantu percepatan pembangunan KMP,’’ lanjut Dandim.
Terkait desa yang sama sekali belum memiliki lahan, pihak Kodim hingga kini masih menunggu petunjuk dan instruksi dari pemerintah pusat mengenai langkah yang dapat diambil. Sementara itu, dari 76 titik KDMP yang telah berjalan, pembangunan ditargetkan rampung secara bertahap.
Dua KDMP di Desa BP I dan Desa Purbo Sari dipastikan selesai pada akhir Januari 2026.
‘’Insya Allah di akhir Januari ini KMP di Desa BP I dan Purbo Sari sudah selesai, lalu sekitar 20 KMP akan selesai pada Februari dan sisanya ditargetkan rampung pada Maret. Sedangkan untuk desa yang tidak memiliki lahan sama sekali, kami masih menunggu arahan dari pusat, termasuk kemungkinan solusi alternatif,’’ imbuh Dandim.(LRS)



