18.4 C
New York
Tuesday, June 16, 2026

Buy now

spot_img

Raker BKSP DPD RI, Destita Bandingkan Kebijakan Indonesia dengan Kanada Terkait Energi Terbarukan

BencoolenTimes.com – Raker (Rapat Kerja) BKSP (Badan Kerja Sama Parlemen) DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI (Republik Indonesia) di gelar bersama Kedutaan Besar Kanada yang bertempat di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis, 6 Maret 2025.

Raker BKSP DPD RI ini membahas berbagai isu strategis terkait transisi energi, tantangan perubahan iklim, serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat, serta alam.

Dalam kesempatan tersebut, Senator Apt. Destita Khairilisani S.Farm., MSM, mengapresiasi komitmen Kanada dalam menghentikan penggunaan listrik berbahan bakar batu bara tradisional pada tahun 2030 mendatang.

‘’Informasi yang ada menyebutkan Kanada telah berkomitmen untuk menghentikan penggunaan listrik berbahan bakar batu bara tradisional pada tahun 2030. Transisi ini difasilitasi melalui regulasi dan investasi dalam sumber energi yang lebih bersih, termasuk gas alam sebagai bahan bakar transisi dan energi terbarukan seperti angin dan matahari,’’ jelas Destita.

Destita membandingkan situasi tersebut dengan Negara Indonesia, yang masih bergantung pada pembangkit listrik tenaga uap atau batu bara (electricity coal power plant).

‘’Bagaimana menurut Anda dari sisi Kanada, melihat melimpahnya batu bara di satu sisi dan kebutuhan untuk beralih ke energi terbarukan? Ini jelas menjadi godaan besar bagi industri ekstraktif di Indonesia. Apakah ada saran dari Kanada?,’’ tanya Destita.

Lebih lanjut, Destita menyoroti proyek energi terbarukan di Indonesia, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Cirata, yang diresmikan kurang dari dua tahun lalu.

Meski menjadi langkah positif, proyek ini juga menuai banyak kritik, terutama terkait dampaknya terhadap ekosistem danau seperti gangguan terhadap ekosistem danau, termasuk berkurangnya oksigen di air dan dampaknya terhadap biota air.

‘’Bagaimana kebijakan di Kanada dalam membangun ladang panel surya atau kincir angin, terutama ketika proyek tersebut berada di tengah komunitas dan memengaruhi kehidupan sekitarnya?,’’ tanya Destita lagi.

Senator Destita berharap rapat kerja ini dapat menjadi langkah awal bagi pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Negara Indonesia dan Negara Kanada dalam mengelola transisi energi secara berkelanjutan, serta memperkuat komitmen kedua negara dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.(RLS/JUL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!