BencoolenTimes.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bengkulu menggelar acara bertajuk ‘Sinergitas Pemerintah Daerah dan Organisasi Wanita dalam Menciptakan Kondusifitas Wilayah, Peningkatan Kapasitas Organisasi Wanita Dalam Antisipasi Potensi Konflik dan Kemampuan Literasi Digital’.
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas organisasi wanita dalam menghadapi potensi konflik sosial serta memperkuat kemampuan literasi digital, dengan harapan dapat menciptakan situasi yang kondusif di Provinsi Bengkulu, pada Senin, 4 November 2024, bertempat di Hotel Adeeva jalan Pariwisata kota Bengkulu.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri, yang dalam sambutannya menyatakan pentingnya peran serta organisasi wanita dalam menciptakan kedamaian dan stabilitas sosial. ”Peran organisasi wanita dalam mengantisipasi potensi konflik serta penguatan literasi digital sangat vital dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujar Isnan Fajri.
Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi dalam bidangnya. Diantaranya Jaduliwan, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bengkulu, yang membahas mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi wanita dalam menjaga stabilitas sosial serta peran strategis organisasi wanita dalam penanganan potensi konflik.
Lalu, AKP Totok Widi H, PS. Kasubdit Sosbud Dit Intelkam Polda Bengkulu, yang berbicara tentang peran aparat keamanan dalam menjaga kondusifitas wilayah, serta upaya deteksi dini terhadap potensi ancaman konflik sosial yang dapat mempengaruhi ketertiban dan keharmonisan masyarakat. Mas Agus Firmansyah, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu, yang mengupas pentingnya pengembangan kapasitas organisasi wanita dalam menghadapi tantangan sosial dan politik yang dihadapi oleh masyarakat saat ini.
Kemudian, ada Gushevinalti, Dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu, yang memberikan pemaparan mengenai konsep-konsep dasar dalam memahami potensi konflik sosial serta upaya pencegahannya melalui peran aktif organisasi wanita.
Selanjutnya Henny Kauri, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesbangpol Provinsi Bengkulu, yang menjelaskan mengenai program-program penanggulangan konflik dan upaya pencegahan yang melibatkan partisipasi masyarakat, khususnya organisasi wanita, dalam menciptakan kedamaian di tingkat daerah.
Acara ini diikuti oleh perwakilan organisasi wanita dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi diskusi dan pelatihan.
Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan narasumber guna menggali lebih dalam tentang cara-cara konkret yang dapat diterapkan dalam memperkuat kapasitas organisasi mereka dalam mengantisipasi potensi konflik.
”Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan organisasi wanita di Bengkulu semakin mampu berperan aktif dalam menjaga kondusifitas wilayah, mengurangi potensi konflik, serta meningkatkan kemampuan literasi digital untuk mendukung pembangunan daerah,” ujar Henny Kauri menutup acara.
Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi wanita dalam membangun Provinsi Bengkulu yang lebih aman, damai, dan maju.(JUL)



