BencoolenTimes.com, – Sejumlah siswa dan siswi di SMKN 3 Kota Bengkulu sempat tidak diizinkan mengikuti ujian oleh pihak sekolah karena menunggak pembayaran SPP.
Fika, salah satu Siswi SMKN 3 Kota Bengkulu, ia bersama tiga orang rekannya tidak diperbolehkan ikut ujian karena menunggak SPP karena belum memiliki uang untuk membayar dan mereka dalam golongan keluarga kurang mampu. Sementara, untuk ikut ujian diwajibkan untuk membayar uang SPP. Fika mengaku pernah meminta dispensasi untuk keringanan pembayaran sekolah namun tidak ditanggapi oleh pihak sekolah.
Mereka tidak mengikuti ujian selama 3 hari dan
menunggu dari pihak wali kelas, ternyata tidak ada keringanan maka dari itu Fika serta temannya mengambil langkah pengaduan lalu Fika dan teman-temannya diminta mendatangkan orangtuanya, Jumat (3/12/2021) ke sekolah. Kemudian mendapatkan kartu ujian dan diizinkan ujian, namun dalam hal ini mereka menyimpan rasa takut, lantaran pihak wali kelas mengatakan hal-hal yang membuat mereka tidak percaya diri.
“Kami takunya nanti disaat ujian pihak guru menyulitkan kami, saat wali kelas berkata seperti itu kami takut ter-intimidasi. Padahal seharus nya wali kelas yang kami harap kan disaat seperti ini. Kami berharap untuk pihak sekolah dan pemerintah agar tidak ada lagi hal serupa di sekolah seperti ini, karena anak-anak ini aset negara yang sangat berharga baik nya di edukasi sebagaiman mestinya dan jangan membuat mena health anak terganggu karena masalah ini,” kata Fika.
Sementara itu mengenai permasalahan ini, Plt Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Kota Bengkulu Ahmad Basori dengan tegas membantah bahwa pihak sekolah tidak mengizinkan siswa ikut ujian karena permasalahan tunggakan SPP. Masalah keuangan itu tidak ada kaitannya dengan ujian.
“Jika ada anak yang telat mengikuti ujian itu kita siapkan untuk anak agar mengikuti ujian susulan karena itu sudah kebijakan dari sekolah. Jikapun siswa itu tidak mampu sekolah ini kan ada kebijakan sama program ya, nanti kita akan mengurus soal itu atau memberikan bantuan kepada siswa yang tidak mampu tersebut,” ucap Ahmad Basori. (Cw 1)



