17 C
New York
Wednesday, June 3, 2026

Buy now

spot_img

Kadinkes Bantah Soal Dugaan Pemotongan Insentif Tim PE

BencoolenTimes.com,- Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni membantah soal adanya dugaan pemotongan insentif Tim Penyelidikan Epidiemologi (PE) Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.

Herwan Antoni saat diwawancarai di Gedung UKPBJ Provinsi menegaskan, tidak ada pemotongan insentif karena insentif itu ditransfer langsung ke rekening masing-masing sesuai dengan yang bertugas dalam tim PE.

“Tenaga SK itu kan banyak, yang ditransfer itu yang dapat insentif. Tetapi didalam pelaksanaannya tim ini kerjanya banyak, bertahun-tahun tentu ketika dia selesai harus berbagi antara tim, kan biasa saja,” kata Herwan Antoni, Jumat (9/4/2021).

“Ada yang dapat sejuta, berbagi namanya, bukan dipotong mana bisa dipotong duitnya di rekening orang,” tegas Herwan.

“Tim PE ini banyak orangnya, misal dibulan ini bekerja 27-30 orang turun. Ada yang positif Covid turun 10-15 orang, dan yang bisa dipertanggung jawabkan insentifnya itu tidak banyak. Karena ada formula dan rumus berdasarkan jumlah kasus. Sehingga yang bisa dipertangung jawabkan dalam sebulan itu sekitar 5 orang, bulan depannya 10 orang bulan depannya lagi 10 orang lagi. Sementara yang kerja satu tim penuh,” jelas Herwan Antoni.

“Bagaimana duit 5 orang, yang kerja banyak berbagilah, yang jelas mereka mendapatkan sesuai dengan porsi masing-masing,” jelas Herwan Antoni.

Terpisah, belakangan ini media ini mendapatkan informasi terkait adanya dugaan pemotongan insentif tim PE tahun 2020. Insentif itu diduga tidak di bayarkan sebagaimana mestinya meskipun langsung di transfer ke rekening pribadi.

Berdasarkan pengumpulan data dan keterangan dilapangan, memang benar insentif tersebut dikirimkan ke rekening pribadi namun tim PE  diperintah untuk mengumpulkan kembali uang tersebut oleh kabid P2P kepada bendahara.

Diduga pembagian insentif yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, banyak kecurangan, uang sudah dicairkan namun tidak diberikan.

Tak hanya itu, diduga ada salah seorang Dokter yang masuk dalam Tim PE dan sudah diberikan SK hanya mendapatkan Rp. 5 juta, sedangkan yang bukan seorang Dokter jutru menerima 12 juta.

Para tim PE menerima insentif Rp 20 juta hingga 30 juta, namun dari jumlah tersebut dipotong yang nilinya berfariasi mulai dari 30 persen, 50 persen hingga 70 persen. (RJ)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!