Dulu, begitu sulit mengajak warga gotong royong. Warga seolah tertular sikap individualistik. Cuek. Mati Kendak (terserah) situlah. Yang penting ambo (saya) dak ngucak (tidak ganggu) orang.
Maka ketika ada yang buang sampah sembarangan, yang lain tak peduli. Hanya menonton saja. Bahkan ikut-ikutan buang sampah sembarangan.
Tapi itu dulu….

Kini, kesadaran warga Kota Bengkulu kian meningkat. Apalagi dibuat sayembara. Bagi yang memvideokan pelaku buang sampah sembarangan diberi imbalan uang Rp 1 Juta.
Ketua RT/RW, LPM, Lurah dan Camat kini lagi semangat-semangatnya. Lurah dan Camat kami buatkan WA Grup “Merdeka Sampah”. Masing-masing Lurah berlomba menjadi yang terbaik.
Kadang tengah malam posting. “Kami masih di Jl Citanduy Lapangan Golf. Sampai saat ini aman terkendali,” laporan Lurah Lingkar Barat bersama Linmas.
“Setelah warga gotong royong dan ada yang ditangkap buang sampah, hingga malam ini Jl Pancormas masih aman,” disambung laporan Lurah Sukarami.
“Kawasan Hibrida Raya masih aman. Hingga subuh ini, tidak ada warga buang sampah di median jalan”. Demikian laporan Lurah Sidomulyo.
Tak mau ketinggalan laporan Lurah Dusun Besar. “Pak, kami berhasil menangkap pelaku buang sampah di pinggir danau dendam. Sekarang pelaku sedang buat surat perjanjian.”
Seluruh Lurah dan Camat memastikan kebersihan wilayahnya masing-masing. Alhamdulillah diback up Babinsa dan Babinkamtibmas.
Yang membanggakan hari Jumat, Sabtu dan Minggu, hampir seluruh warga turun gotong royong. Bahkan gerakannya massif. Ribuan warga turun serentak.
Tak ketinggalan mahasiswa Kukerta Unihaz yang mem back program MERDEKA SAMPAH.
Pokoknyo kami (Wali-Wawali) Bangga Nian
MARI KITA LANJUTKAN…
Catatan Dewa (Dedy Wahyudi) Wakil Walikota Bengkulu,13 Juni 2021.



