20.4 C
New York
Sunday, May 31, 2026

Buy now

spot_img

Kehilangan Aset Pantai Panjang, Dispar Kota Sulit Naikkan PAD

BencoolenTimes.com, – Dinas Pariwisata Kota Bengkulu kehilangan aset Wisata Pantai Panjang yang kini telah diambil alih Pemerintah Provinsi Bengkulu. Pantai Panjang merupakan aset yang turut menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bengkulu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Amrullah mengatakan, Seluruh aset wisata Pantai Panjang sejak tanggal 9 November 2021 termasuk tanah dan bangunan beralih menjadi wewenang Pemerintah Provinsi Bengkulu. Hal ini berimbas kepada Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kota Bengkulu.

Lanjut Amrullah, dalam penataan dan pengelolaan wisata Pantai Panjang, berkaitan dengan pelaku-pelaku usaha sepenuhnya menjadi asetnya Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Menurutnya, Pemkot sudah tidak berwenang lagi, termasuk dalam penataan wisata Pantai Panjang, pengelolaan, dan seluruh yang berkaitan dengan pelaku usaha tersebut.

Baca Juga  Pemkot Bengkulu: Izin Bangunan Kawasan Pantai Kadaluarsa, Penataan Ulang Terus Dikebut

“Keberadaan pelaku pelaka usaha telah menjadi asetnya Pemprov, sehingga tidak pas kalau Pemkot masuk ke dalam ranah meningkatkan PAD. Karena inikan rumahnya provinsi, kota tidak bisa masuk kesana termasuk dalam penataan, pengelolaan, kebersihan, dan seluruh yang berkaitan dengan pelaku usaha,” ujar Amrullah.

Amrullah mengungkapkan seharusnya pada saat dilakukan MOU tanggal 9 November 2021, ada SK Gubernur yang dapat memperjelas kegunaannya.

“Waktu MOU tanggal 9 November waktu itu seharusnya ada turunan dari MOU itu, minimal SK Gubernur yang bisa kami jelas peruntukannya,” ungkap Amrullah.

Baca Juga  Pemkot Siapkan Rp500 Juta untuk Pembangunan Gazebo Gratis di Pantai Panjang

Menurut Amrullah, bukan hanya aset yang diambil alih oleh Pemprov akan tetapi termasuk penataaan, dan pengelolaan wisata Pantai Panjang seperti kebersihan, penerangan lampu jalan, dan sampah di sekitar wisata Pantai Panjang harus dikelola Pemprov.

“Kami dari Pemkot juga dalam pengelolaan dan penataan ini jangan hanya asetnya yang diambil, termasuk penataan dan pengelolaannya itu ya Pemprov termasuk kebersihan, kemudian penerangan lampu jalan, kemudian sampah. Silahkan Pemprov yang mengelola itu. Kami dari Pemkot mambatasi hal itu karena kami tidak punya kewenangan lagi untuk di Pantai Panjang,” tambah Amrullah.

Baca Juga  Walikota dan Wawali Bengkulu Apresiasi Kinerja Dukcapil Raih Predikat ''Sangat Baik''

Sementara ini, wisata Kota Tuo merupakan satu-satunya wisata yang dapat dikelola Pemkot dan sekarang sedang dilakukan penataan dan pengelolaan.

Amrullah juga menambahkan, sebagai pihak Pariwisata Kota Bengkulu akan mengembangakan dan memprioritaskan Wisata Kota Tuo yang merupakan satu-satunya icon wisata yang dikelola oleh Pemkot.

“Berkaitan dengan Kota Tuo, inilah icon satu-satunya yang bisa dikelola karena tidak diambil oleh Pemprov Bengkulu maka kami sekarang telah pengelolaan dan penataan Kota Tuo. Sebagai stakeholder dari Pariwisata kami akan mengembangkan memprioritaskan di Kota Tuo,” tutup Amrullah. (Cw)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!