9.1 C
New York
Thursday, April 30, 2026

Buy now

spot_img

Kejati Bidik Tersangka Baru Kasus Replanting Sawit Bengkulu Utara

BencoolenTimes.com, – Tim penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi kegiatan replanting kelapa sawit Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2019-2020 ke jilid II. Kejati dalam hal ini membidik tersangka baru, pasca empat terdakwa sebelumnya yakni Arian Sidi Ketua Kelompok Tani Rindang Jaya, Priyanto Kepala Desa Tanjung Muara, Eli Darwanto Sekretaris Kelompok tani Rindang Jaya dan Suhastono Bendahara Kelompok Tani Rindang Jaya telah divonis hakim dengan hukuman masing-masing 4 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan.

Kasi Penyidikan Kejati Bengkulu, Danang Prasetyo Dwiharjo, SH membenarkan, kasus replanting sawit tersebut masih terus dilanjutkan karena masih ada dugaan adanya keterlibatan pihak lain yang harus bertanggungjawab.

“Sebenarnya kita tidak berpatokan harus menunggu vonis dari hakim, karena memang penyidikan perkaranya sudah berjalan. Terkait dengan putusan manjelis hakim kami sangat menghormati, karena apa yang disidangkan kemarin sudah terbukti, dan lanjutan kasusnya nanti ada,” kata Danang, Jumat (7/4/2023).

Danang menegaskan, pada jilid II sudah banyak saksi yang diperiksa penyidik. Saksi itu yang terkait dengan materi perkara lanjutan. Bahkan pejabat Dinas Perkebunan Bengkulu Utara sudah diperiksa.

“Sudah banyak diperiksa, yang terkait pokoknya dengan materi yang berikutnya. Pejabat terkait sudah juga diperiksa. Yang jelas kita lanjutkan,” jelas Danang.

Bahkan Danang menyebutkan, untuk kerugian negara dalam kasus lanjutan tersebut berbeda dengan kasus yang telah divonis hakim.

“Kerugian negaranya lain,” demikian Danang mengakhiri.

Sekadar mengingatkan, pada kasus jilid I berdasarkan hasil audit BPKP, kerugian negara kasus Replanting pada kelompok tani Rindang Jaya Desa Kinal Jaya Kecamatan Pinang Raya yakni sebesar Rp 9 miliar lebih.

Didalam kasus ini, keempat terdakwa melakukan pemalsuan dokumen identitas penerima program Replanting Sawit seperti Kartu Keluarga dan KTP, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 9 milair lebih.

Jumlah dokumen Kartu Keluarga dan KTP penerima program Replanting Sawit Bengkulu Utara tahun 2019-2020  yang dipalsukan oleh empat tersangka sebanyak 490 lembar dokumen identitas diri para anggota kelompok tani Rindang Jaya Desa Kinal Jaya.

Perlu diketahui, program kegiatan peremajaan sawit atau Replanting di Bengkulu Utara itu yang mendapatkan program sebanyak 29 Kelompok Tani di Bengkulu Utara.

Anggaran untuk program itu kurang lebih sekitar Rp 130 miliar dan per kelompok tani mendapatkan kucuran yang besarannya bervariasi. (BAY).

admin2
admin2
Untuk Informasi lebih lanjut tentang berita yang anda baca silahkan menghubungi kami. +6281382248493

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!