BencoolenTimes.com – Debat kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bengkulu tahun 2024 antara Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 01, Helmi Hasan-Mian (HM) dan Paslon nomor urut 02, Rohidin Mersyah-Meriani (ROMER) digelar, Selasa malam, 12 November 2024. Acara debat dimulai pukul 20.00 WIB dan berlangsung di Ballroom, Hotel Mercure, Kota Bengkulu.
Adapun tema debat, yakni clean and good Governance pemerataan pembangunan yang adil dan berkelanjutan, yang telah ditentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu.
Diungkapkan, Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Rusman Sudarsono, saat menyampaikan sambutannya, debat dilakukan untuk media kampanye. Debat juga bertujuan, sebagai pendidikan politik untuk masyarakat, meningkatkan partisipasi pemilih, menyebarkan profil, visi misi maupun Program Kerja masing-masing Paslon.
Kemudian, terang Rusman, debat juga bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat dalam menentukan pilihannya. Sekaligus menggali dan mengkolaborasikan masing-masing visi misi Paslon.
”Debat ini memilki tujuan seperti pendidikan, kampanye dan meningkatkan partisipasi pemilih,” sampai Rusman.
Lebih jauh, Rusman meminta masing-masing Paslon dan pendukung yang hadir untuk dapat mematuhi setiap tata tertib yang telah disepakati antara dua belah pihak bersama KPU Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu.
”Agar kiranya masing-masing paslon untuk dapat mematuhi tata tertib yang telah disepakati bersama beberapa waktu lalu,” tegas Rusman.
Sementara itu, saat debat dimulai terkait pembangunan khusunya hilirisasi sebagai produk pembangunan Provinsi Bengkulu.
Dimana, Paslon nomor urut 01 HM, melalui Helmi Hasan bahwa terkait hilirisasi, ia akan membangun pabrik minyak goreng di Provinsi Bengkulu. ”Kita akan membangun pabrik minyak goreng, sebagai solusi dari sawit kita yang harus dijual keluar,” ungkap Helmi.
Disambut Paslon nomor urut 02 ROMER, diwakili Rohidin Mersyah, bahwa pihaknya telah memberikan bukti dan bukan sekedar janji. Dimana, terkait hilirisasi seperti produk sawit, kopi, gula aren dan masih banyak yang lainnya. Diketahui cukup berhasil.
”Dimana, terkait, produk sawit yakni kita telah bertahap-tahap kita perbaiki, hal itu dibuktikan dangan harga TBS saat ini yang menyentuh harga Rp 3 ribu,” terang Rohidin.
Kemudian, tambah Rohidin, hilirisasi juga terjadi pada produk kopi. Dimana dengan fokus hilirisasi hal tersebut berimbas, dari produk kopi yang diakui dunia dan memilki harga tinggi.
”Kita telah fokus hilirisasi, seperti produk sawit dimana harga mencapai Rp 3 ribu, dan harga kopi yang telah diakui dunia dan memilki harga yang tinggi,” imbuh Rohidin.(JUL)



