BencoolenTimes.com – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan menegaskan, dirinya bukan tidak mau menemui perwakilan Mahasiswa saat aksi unjuk rasa yang dilakukan Mahasiswa di Kantor Gubernur Bengkulu, Senin, 26 Mei 2025.
Saat aksi unjuk rasa terkait kelangkaan BBM yang sedang terjadi saat ini, Gubernur Helmi Hasan mengutus salah satu Asisten Pemprov Bengkulu untuk menerima aspirasi para mahasiswa tersebut.
Hanya saja, para Mahasiswa menolak asisten yang menjadi perwakilan Pemprov Bengkulu dan bersikukuh ingin langsung ditemui oleh Gubernur Helmi Hasan.
Kepada media ini, Gubernur Helmi Hasan mengaku bukan tidak mau menemui para mahasiswa, melainkan disaat bersamaan ada agenda lain, khususnya dalam upaya penanganan dampak pasca Bencana Gempa Bumi yang melanda Bengkulu.
‘’Saat ini Bengkulu sedang dalam masa pemulihan pasca gempa yang mengakibatkan ratusan rumah rusak. Kita hari ini sibuk memikirkan orang yang kehilangan rumah agar bisa makan,’’ sampai Gubernur Helmi Hasan.
Pemerintah Provinsi Bengkulu, lanjut Gubernur Helmi Hasan, sedang menggalang dana senilai Rp 4,7 miliar untuk masa pemulihan, termasuk membangun dan memperbaiki rumah-rumah warga yang terdampak gempa.
Terlebih sejak pagi, dirinya mengikuti berbagai agenda penting pemerintah daerah. Mulai dari Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Bengkulu, hingga rapat maraton bersama pihak Pertamina untuk mencari solusi atas kelangkaan BBM yang menjadi pokok tuntutan para mahasiswa.
‘’Kami juga menerima kedatangan tamu dari BNPB RI, serta melakukan rapat rutin dengan PT Pelindo untuk menuntaskan persoalan pendangkalan alur di Pelabuhan Pulau Baai, termasuk juga rapat bersama pertamina untuk mencari solusi tercepat mengatasi kelangkaan BBM,’’ lanjut Gubernur Helmi Hasan.
Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa dirinya bukan tidak mau bertemu, apalagi disebut menghindari mahasiswa. Namun situasi darurat saat ini memaksanya untuk membagi waktu secara efisien demi kepentingan masyarakat luas.
‘’Jadi saya tegaskan, bahwa saya bukan tidak mau menemui mahasiswa, tapi benar-benar sedang sibuk bekerja untuk Bantu Rakyat,’’ tegas Gubernur Helmi Hasan.
Gubernur Helmi Hasan, menyampaikan pesan dan mengajak mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara bijak dan tanpa muatan politis. Serta jangan melakukan aksi-aksi anarkis, sampaikan aspirasi secara damai.
‘’Kalau benar-benar mau bantu rakyat, mahasiswa harus bebas dari kepentingan politis dan menyampaikan aspirasi secara bijak. Kalau tidak punya kepentingan politik, harusnya tidak masalah ditemui oleh asisten, karena terpenting aspirasi mereka sudah tersampaikan,’’ imbuh Gubernur Helmi Hasan.(OIL)



