BencoolenTimes.com – Gelar Kunjungan Kerja (Kunker) ke Graha Bank Bengkulu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong berupaya untuk terus mengakselerasi upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan sinergi dengan sektor perbankan.
Kegiatan Kunker dipimpin langsung Bupati Rejang Lebong, M. Fikri Thobari pada Selasa pagi, 27 Januari 2026 yang disambut Plt. Direktur Utama (Dirut) Bank Bengkulu, Iswahyudi, para Komisaris dan jajaran Direksi Bank Bengkulu.
Plt. Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi mengungkapkan, kinerja keuangan Bank Bengkulu menjadi salah satu peran strategis bank daerah dalam mendukung pembangunan dan penguatan fiskal pemerintah daerah.
‘’Sehingga sangat di perlukan sekali dukungan dari pemerintah daerah, baik itu pemerintah kabupaten, maupun provinsi, agar kinerja kami juga bisa terus meningkat,’’ kata Iswahyudi.
Menurut Iswahyudi, Bank Bengkulu siap untuk terus mendukung Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, khususnya dalam penerapan sistem digitalisasi pengelolaan pajak daerah.
‘’Bank Bengkulu siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dalam mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah melalui pemanfaatan teknologi digital. Penerapan Tapping Box merupakan langkah konkret untuk meningkatkan transparansi dan akurasi pencatatan pajak daerah,’’ sampai Iswahyudi.
Iswahyudi menjelaskan, sistem digital berbasis real time diyakini mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan pajak serta kepatuhan wajib pajak, khususnya di sektor hotel, restoran, dan usaha jasa lainnya.
Sementara itu, Bupati Fikri Thobari dalam sambutannya menegaskan, bahwa optimalisasi PAD tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan lembaga perbankan.
‘’Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong terus berkomitmen mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah melalui penguatan sinergi dengan Bank Bengkulu. Digitalisasi sistem keuangan daerah, termasuk penggunaan alat perekaman transaksi atau Tapping Box, menjadi langkah penting untuk memastikan penerimaan pajak dan retribusi daerah tercatat secara transparan, akurat, dan real time,’’ tegas Bupati Fikri Thobari.
Bupati Fikri Thobari menambahkan, peningkatan PAD akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta percepatan pembangunan daerah.
‘’Kami percaya, dengan kerja sama yang erat antara pemerintah daerah dan Bank Bengkulu, optimalisasi PAD dapat terus ditingkatkan guna mendukung pembangunan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan kemandirian fiskal Kabupaten Rejang Lebong,’’ imbuh Bupati Fikri Thobari.
Agenda kunjungan kerja dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi tanya jawab yang berlangsung aktif dan konstruktif. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari optimalisasi PAD, peningkatan akses keuangan masyarakat, peluang investasi daerah, hingga penguatan digitalisasi perpajakan daerah.
Dalam pemaparan tersebut, Bank Bengkulu juga menyampaikan capaian kinerja keuangan yang positif. Hingga kuartal IV tahun 2025, Bank Bengkulu mencatatkan total aset sebesar Rp 11,19 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 135,1 miliar, yang menjadi modal penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kunjungan kerja ini turut dihadiri Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Rejang Lebong, Dicky Iswandi, didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan, Nina Sari Sakti, Kabid Pendaftaran dan Pendataan, Tomi Andreas, Kabid Akuntansi, Vit Darmawan, serta Kasubbid Penagihan dan Pendapatan, Florencia Putri Primawardani.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat, pembacaan doa, serta sesi foto bersama. Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berharap sinergi dengan Bank Bengkulu semakin solid dalam mendukung digitalisasi pajak daerah, peningkatan PAD, serta terwujudnya tata kelola keuangan daerah yang transparan, efektif, dan berkelanjutan.(OIL/RMC)



