18.7 C
New York
Tuesday, May 26, 2026

Buy now

spot_img

Jelang Libur Lebaran, Walikota Dedy Wahyudi Warning Pedagang Pantai Panjang Tak Rusak Citra Wisata

BencoolenTimes.com – Jelang libur lebaran, Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi me-warning agar kejadian viral di kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu tidak terulang kembali akibat ulah oknum pedagang yang merusak citra wisata daerah.

Pernyataan walikota itu disampaikan menjelang lonjakan wisatawan pada masa libur Lebaran. Kata Dedy, pedagang kawasan Pantai Panjang harus menentukan Harga Eceran Tertinggi (HET) kepada pengunjung.

Selain mengingatkan pedagang, Dedy juga menginstruksikan ke Dinas Pariwisata dan Satpol PP Kota Bengkulu untuk melakukan pengawasan ketat di lapangan.

”Tidak boleh terjadi lagi. Saya sudah wanti-wanti, Kadis Pariwisata dan Kasat Pol PP. Jika masih ada pelaku usaha di kawasan wisata yang menjual dagangan harga gila-gilaan, maka kita sanksi tegas. Tidak boleh lagi berjualan,” tegas Dedy Wahyudi di hadapan para pedagang, Senin, 2 Maret 2026.

Baca Juga  Warga Doakan Walikota Bengkulu dan Ribuan Jamaah Jalani Ibadah Haji

Dedy meminta agar standarisasi harga yang akan diterapkan antara lain kelapa muda murni Rp10.000, es teh & air mineral, Rp5.000. Tarif Parkir, motor Rp2.000 dan mobil Rp3.000.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Walikota menjelaskan bahwa para pedagang beroperasi di atas lahan milik pemerintah tanpa dikenakan biaya sewa lahan selama ini. Oleh karena itu, pemerintah memiliki kewajiban moral dan otoritas untuk mengatur harga demi kenyamanan publik.

”Kecuali menjual di rumah pribadi, silakan harga selangit. Tapi di sini (Pantai Panjang), kita sedang membangun industri pariwisata yang ramah, aman, dan nyaman,” tambahnya.

Baca Juga  Walikota: Kinerja OPD Harus Ada Hasil Nyata

Untuk memastikan kebijakan ini berjalan, Pemkot Bengkulu akan memasang baliho dan spanduk besar di sepanjang pesisir Pantai Panjang yang memuat daftar harga resmi makanan dan tarif parkir.

Wisatawan yang menjadi korban pemerasan harga atau pungli diminta tidak ragu untuk melapor. Di setiap spanduk akan tertera nomor WhatsApp pengaduan langsung ke Walikota, Kadis Pariwisata, dan Kasat Pol PP.

Dedy berharap dengan hilangnya praktik harga mahal yang tidak masuk akal, kunjungan wisatawan ke destinasi unggulan seperti Pantai Panjang, Danau Dendam Tak Sudah, dan Belungguk Point akan meningkat pesat.

Baca Juga  Pemkot Bengkulu Dorong Keberlanjutan Program SPAM ke Bappenas

”Kalau Bengkulu dikunjungi banyak wisatawan, maka akan terjadi multiplier effect. UMKM akan tumbuh, hotel akan penuh dan perputaran uang di masyarakat semakin besar,” tutup Dedy. (JUL/RMC)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!