Bupati: Siswi Viral Video Tik Tok Tidak Dikeluarkan dari Sekolah

BencoolenTimes.com, – Heboh MS (18), siswi yang viral lantaran video Tik Toknya menghina negara Palestina, membuat Bupati Bengkulu Tengah Dr. H. Ferry Ramli, SH, MH angkat bicara. Bupati menegaskan, siswi tersebut tidak dikeluarkan dari SMA tempat ia sekolah.

“Setelah saya tanyakan dan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan, Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, serta stakeholder lainnya, dapat saya tegaskan di sini bahwa siswi yang sekolah di salah satu SMA di Bengkulu Tengah tersebut tidak dikeluarkan dari sekolah,” ungkap Bupati.

Permasalahan MS ini memang, lanjut Bupati, menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Bengkulu, karena SMA saat ini menjadi wewenang Pemerintah Provinsi. Namun demikian, Kabupaten Bengkulu Tengah ikut terbawa-bawa lantaran SMA tersebut berada di wilayah kabupaten termuda di Provinsi Bengkulu tersebut.

“Wewenang kabupaten memang SMP dan SD. Sementara SMA wewenang provinsi. Namun kami ikut terbawa dalam permasalahan ini, karena SMA tersebut ada di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah,” kata Bupati.

Sebagai pimpinan di Kabupaten Bengkulu Tengah, Bupati mengajak masyarakat untuk tidak lagi membesar-besarkan masalah MS, karena yang bersangkutan sudah meminta maaf dan pernyataan maafnya itu sudah viral ke mana-mana.

Bupati juga mengajak seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat, bersama-sama mengatasi akibat negatif yang ditimbulkan media sosial. Sehingga apa yang terjadi dengan MS, tidak terulang kembali dengan pelajar lainnya, juga menjadi pelajaran bagi masyarakat seluruhnya.

“Kita fokus untuk membimbing MS agar pelajar kita ini lebih baik lagi kedepannya. Karena tanggungjawab generasi kita tidak hanya dibebankan ke sekolah, tapi kita semua,” imbuh Bupati.

Dilanjut Bupati, sudah meminta kepada Diknas dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Bengkulu Tengah, juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan pihak sekolah, untuk bersama-sama membantu dan memberi semangat bagi MS.

“Saya sebagai Bupati menyarankan, agar MS tetap melanjutkan pendidikannya di sekolah tersebut. Karena tanggal 26 bulan ini, dia akan menghadapi ujian. Meski orangtua yang bersangkutan ingin anaknya pindah sekolah, saran saya untuk tetap lanjutkan pendidikannya di situ. Kalau pun tetap mau pindah, kita bantu yang terbaik untuk siswi kita ini,” tutup Bupati.

Seperti diketahui, kontroversi yang menimpa MS, sempat heboh ketika video Tik Toknya diunggah di media sosial. Banyak protes yang dilontarkan masyarakat kepada MS lantaran dinilai tak pantas menghina negara Palestina yang tengah bersitegang dengan Israel, dengan kata-kata yang kurang baik.

Setelah dilakukan pertemuan antara MS dan orangtuanya bersama pihak sekolah, DPRD, TNI, Polri serta stackholder lainnya, MS akhirnya menyatakan permohonan maaf. Namun tak sampai di situ, terkait sanksi yang diberikan ke MS, diduga terjadi miss komunikasi hingga keluar pernyataan MS dikeluarkan dari sekolah.

Isu MS dikeluarkan dari sekolah membuat masalah baru. Meski banyak masyarakat yang mendukung, namun tak sedikit pula yang tidak setuju pelajar ini dikeluarkan dari sekolah.

Bahkan, baik Gubernur Bengkulu maupun Bupati Bengkulu Tengah juga sepakat agar anak ini dibina untuk lebih baik. Baik sekolah dan seluruh stockholder juga menyatakan MS tidak pernah dikeluarkan dari sekolah.(BRO)

Simak liputannya di Kanal BDTV