“Ada juga program rumah ibadah buka 24 jam, hanya di Kota Bengkulu rumah ibadah menyiapkan makan serta minum dan buka 24 jam. Ada juga program 3 in 1, di Kota Bengkulu warganya benar-benar dilayani. Program ini kita mengantarkan akta kematian ke rumah warga pada takziah malam ke-3, langsung di rumah duka,” ungkap Dedy.
Di Kota Bengkulu, warga benar-benar dimanjakan serta mendapat pelayanan terbaik dari berbagai aspek. Seperti melalui program HD bersalin dan BPJS UHC.
“Alhamdulillah, seluruh warga Kota Bengkulu telah dijamin kesehatannya oleh Pemkot Bengkulu. Untuk buktinya kita telah mendapatkan penghargaan dari Wapres atas capaian ini. Selain BPJS gratis, kita juga memastikan emak-emak yang sedang hamil di Kota Bengkulu dan tak mampu, mendapat perhatian lebih dan dibantu biaya oleh Pemkot melalui program HD bersalin,” tutur Dedy.
Tak sampai disitu, Dedy juga membeberkan beberapa program terbaru Pemkot Bengkulu di bawah kepemimpinan Walikota Helmi dan dirinya.
“Alhamdulillah Kota Bengkulu sekarang menjadi Kota Merah Putih. Alasan dinamakan Kota Merah Putih, karena Kota Bengkulu turut menjadi bagian kemerdekaan Republik Indonesia. Pasalnya, Sang Saka Merah Putih lahir dari putri tercinta kota ini, ibu Fatmawati,” jelas Dedy.
Di hadapan para tamu undangan, Dedy juga membeberkan program lainnya, seperti sedekah Rp 2 ribu, sedekah nasi bungkus dan lainnya. Semua program yang digalakkan Pemkot Bengkulu, semata-mata untuk menghadirkan kebahagiaan di tengah masyarakat dan mewujudkan Kota Bengkulu Religius dan Bahagia, sesuai tema Hari Jadi ke-304 “Insya Allah Religius Kotanya, Bahagia Warganya”.
Usai upacara, Dedy memberikan capaian penghargaan kepada Satlinmas yang telah mengabdi selama 20 tahun. Juga memberikan hadiah kepada salah satu siswa yang berulang tahun bertepatan dengan Hari Jadi ke-304 Kota Bengkulu, yakni 17 Maret. (RLS/JRS)



