26.3 C
New York
Tuesday, July 21, 2026

Buy now

spot_img

Diduga Sejumlah Alat Berat Beroperasi di BAS, Operasi Ditjen Gakkumhut Perlu Dievaluasi

BencoolenTimes.com – Diduga sejumlah alat berat masih beroperasi di Hutan Produksi Terbatas (HPT) kawasan Bentang Alam Seblat (BAS), yang berada di sekitar konsesi PT. Bentara Arga Timber (BAT) tepatnya  di Bengkulu Utara.

Dugaan alat berat beroperasi ditengah berlangsungnya Operasi Gabungan Merah Putih di Kawasan BAS, yang dipimpin Direktorat Jendral Penegakkan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkumhut) Kementerian Kehutanan Republik Indonesia (Kemenhut RI).

Koalisi Selamatkan BAS, Ali Akbar mengatakan, agar temuan keberadaan alat berat tersebut menjadi atensi khusus bagi Dirjen Gakkumhut Kemenhut RI.

”Dengan masih ada temuan alat berat di kawasan BAS ini maka secara langsung menunjukkan bahwa Tim Operasi Gabungan belum cukup. Terutama dalam mengcover semua wilayah, dengan tingkat ancaman tinggi di kawasan BAS,” ungkap Ali, Minggu 19 Juli 2026.

Ali menyebutkan, bahwa tim gabungan personel telah merasa jenuh dan lelah dalam mengawasi dan menjaga kawasan BAS tersebut sehingga perlu adanya evaluasi.

”Operasi lanjutan di kawasan BAS itukan sudah berlangsung beberapa bulan, tentu hal sedemikian harus dikaji atau dievaluasi,” saran Ali.

Menurut Ali, pihaknya melihat dalam operasi PKH, sebenarnya perlu ada proses evaluasi. Evaluasi ini bisa melalui BKSDA, yang dikoordinasikan dengan Dirjen Gakkumhut Kemenhut RI.

”Ini katanya saja jika Dirjen Gakkumhut Kemenhut RI bakal datang ke Bengkulu untuk melakukan proses evaluasi, terkait dengan apa yang sudah dicapai dalam operasi gabungan PKH. Sayangnya sampai sekarang belum terdengar,” sindir Ali.

Ali menambahkan, pihaknya selaku Koalisi Selamatkan BAS, sejauh ini terus memainkan peran melalui komunikasi dengan berbagai pihak.

”Misalnya, kita sudah berkomunikasi dengan Gubernur Bengkulu, terkait harus dicabutnya izin konsesi PT. BAT dan PT. Anugrah Pertama Inspirasi (API), sebagai upaya penyelamatan kawasan BAS, yang merupakan habitat Gajah di Bengkulu,” tambah Ali.

Ali meminta agar pemerintah untuk dapat dukungan dari Pemprov Bengkulu, dan suratnya pun sudah dikirim pihaknya kepada Kemenhut RI.

”Kita tersus melakukan monitoring atau pemantauan di lapangan secara periodik tiap bulan untuk menyelematkan kawasan hutan di Provinsi Bengkulu di masa depan,” tutup Ali. (JUL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!