26.7 C
New York
Monday, June 15, 2026

Buy now

spot_img

DPRD Kota Bengkulu Bahas Raperda Larangan Peredaran dan Penjualan Tuak

BencoolenTimes.Com,-Bapemperda DPRD Kota Bengkulu kembali melanjutkan pembahasan Raperda Larangan Peredaran dan Penjualan Tuak dengan mendengarkan penjelasan dari perspektif agama dan budaya lokal, Senin (12/04/21).

Perwakilan MUI Kota Bengkulu Zul Efendi mengatakan dalam konteks Islam, Khamr adalah salah satu jenis minuman yang dilarang. Khamr dijelaskan dalam Al-Quran dalam Surat Al-Maidah dan Surat Al-Baqarah. Sehingga Khamr (termasuk Tuak) sudah seharusnya dilarang diedarkan dan dijual.

Sementara itu Perwakilan BMA Kota Bengkulu Mahyudin menjelaskan dalam budaya masyarakat Kota Bengkulu, minuman beralkohol tradisional termasuk tuak sama sekali tidak dikenal. Ritual budaya dalam masyarakat Kota Bengkulu pun tidak mengenal minuman beralkohol tradisional.

Baca Juga  Pemkot Bengkulu: Izin Bangunan Kawasan Pantai Kadaluarsa, Penataan Ulang Terus Dikebut

Dalam rapat ini, Ketua Bapemperda Solihin Een Adnan kembali menegaskan jika Perda tentang larangan minuman tradisional beralkohol ini sangat penting untuk menyelamatkan generasi penerus.

“Kita tidak tahu ke depannya, siapa tahu justru anak-anak kita yang minum tuak ini. Tentu sangat mengancam masa depan generasi muda kita,” pungkas Solihin. (IAL/Adv).

admin2
admin2
Untuk Informasi lebih lanjut tentang berita yang anda baca silahkan menghubungi kami. +6281382248493

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!