BencoolenTimes.com – Dua bocah Kota Bengkulu yang sempat dikabarkan hilang sejak 15 April 2025 lalu, ternyata dibunuh karena ketahuan memancing di kolam ikan milik pelaku berinisial PU (17).
Dua bocah malang tersebut, AB (9) dan ARP (8), setelah dibunuh oleh PU (17), dimasukan ke dalam karung dan dibuang secara terpisah. AB ditemukan di Muara Jenggalu dan ARP ditemukan di dalam Septictank rumah pelaku.
Saat menggelar Konferensi Pers, Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Sudarno didampingi Kabag Ops, Kompol Januri Sutirto dan Kasat Reskrim, AKP Sujud Yulam Lam, menjelaskan, bahwa awal mula aksi pembunuhan tersebut, saat pelaku melihat kedua bocah tersebut mincing di kolam ikan miliknya.
Pengakuan PU, dirinya emosi melihat keduanya asik mincing di kolam ikan miliknya, sedangkan selama ini diketahui ikannya sering hilang alias habis dicuri.
‘’Kedua bocah malang ini ketahuan sedang memancing di kolam pelaku dan selanjutnya pelaku yang emosi memiting kedua korban sembari menenggelamkan keduanya di kolam, hingga akhirnya kedua korban meninggal dunia,’’ jelas Sudarno.
Karena panik melihat kedua morban sudah tidak bernyawa, jelas Sudarno, pelaku langsung mengikat korban dan memasukannya ke dalam karung secara terpisah.
Selanjutnya, pelaku membawa korban AB menggunakan motor, lalu membuang korban ke aliran Sungai Muara Jenggalu. Agar tenggelam, pelaku memasukan batu ke dalam karung.
Sedangkan untuk korban ARP, pelaku membuang korban ke dalam Septictank karena takut orang tuanya pulang. Agar tidak mengeluarkan bau, pelaku meletakan kapur barus serta daun serai ke dalam Septictank.
‘’Setelah membawa dan membuang korban AB ke Sungai, pelaku kembali pulang kerumah. Karena pelaku takut orang tuanya keburu pulang, korban satunya langsung dibuang ke dalam Septictank,’’ jelas Sudarno.
Saat aksi pembunuhan berlangsung, lanjut Sudarno, orang tua pelaku tidak ada dirumah, karena sedang bekerja. Jarak antara rumah korban dan pelaku hanya beda sekitar 4 rumah.
‘’Untuk orang tua pelaku juga ikut kita amankan, karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi rumah korban dan pelaku ini berdekatan,’’ imbuh Sudarno.(OIL)



