Fahira Idris Dilantik Jadi Ketua Senam Tera Indonesia DKI Jakarta

Fahira Idris saat dilantik sebagai Ketua Pengurus Provinsi Senam Tera Indonesia (STI) DKI Jakarta

BencoolenTimes.com, – Anggota DPD RI yang juga Senator DKI Jakarta Fahira Idris dilantik sebagai Ketua Pengurus Provinsi Senam Tera Indonesia (STI) DKI Jakarta oleh Ketua Umum Pengurus Nasional STI Nono Sampono yang juga Wakil Ketua DPD RI di Jakarta, Ahad, Minggu (4/9/2021).

Pelantikan juga dihadiri Walikota Jakarta Timur M. Anwar.

Saat sambutan, Fahira Idris bertekad menjadikan Senam Tera sebagai bagian dan gaya hidup warga Jakarta. Ini karena sangat banyak manfaat kesehatan  yang akan diperoleh warga Jakarta jika rutin mempraktikkan atau latihan Senam Tera. Bagi Fahira, senam tera adalah senam yang sangat lengkap karena bukan hanya berupa latihan fisik tetapi juga mental yang memadukan gerak anggota badan dengan teknik serta irama pernapasan yang disertai pemusatan pikiran secara teratur, benar, berkesinambungan, berkelanjutan, dan serasi. Untuk memasyarakatkan Senam Tera di Jakarta, Fahira akan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, pengusaha (dunia usaha), akademisi (dunia pendidikan), komunitas, dan media.

“Karena salah satu tujuan utama kita adalah mengenalkan Senam Tera ke semua lapisan masyarakat sehingga semakin banyak orang atau keluarga di Jakarta mempraktikkan Senam Tera, maka kolaborasi menjadi kuncinya. Oleh karena itu, ke depan berbagai relasi dengan berbagai pemangku kepentingan akan kami intensifkan. Dari berbagai relasi ini akan tercipta kerja sama untuk memasyarakatkan Senam Tera terutama di Provinsi DKI Jakarta demi meningkatkan derajat kesehatan warga Jakarta,” ujar Fahira Idris.

Fahira Idris mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta menjadi salah satu stakeholder penting sebagai salah satu pilar kolaborasi. Terdapat kesamaan visi antara STI dengan Pemprov DKI Jakarta yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mewujudkan masyarakat yang tenteram, damai, dan bahagia. Pengusaha atau dunia usaha juga menjadi elemen penting bagi STI untuk mewujudkan visi dan misinya. Dunia usaha terutama yang bidang usahanya terkait dengan kesehatan dan olahraga juga mempunyai visi yang sama dengan STI yaitu mempromosikan gaya hidup sehat.

Akademisi atau dunia pendidikan, lanjut Fahira, juga menjadi pihak yang sangat penting bagi STI. Sangat banyak manfaat kesehatan yang bisa masyarakat raih jika rutin mempraktikkan Senam Tera. Bahkan berbagai manfaat ini sudah teruji secara akademis dalam berbagai penelitian. Tentunya, hasil-hasil penelitian ilmiah tentang manfaat Senam Tera harus disosialisasikan ke masyarakat dengan menggandeng para akademisi. Selain itu, kolaborasi juga dapat dijalin dengan berbagai institusi pendidikan terutama sekolah-sekolah di Jakarta untuk mengenalkan Senam Tera sejak dini.

Stakeholder selanjutnya yaitu komunitas juga tidak kalah penting dalam upaya memasyarakatkan Senam Tera. Sangat banyak organisasi kemasyarakatan (ormas) dan komunitas di Kota Jakarta yang jaringannya yang bahkan bisa sampai level RT/RW. Jalinan kerjasama dengan ormas atau komunitas tentu akan membuka jalan bagi STI untuk menyosialisaikan Senam Tera ke masyarakat luas. Selain itu, kolaborasi dengan media juga akan menjadi strategi yang efektif bagi untuk menyebarluaskan begitu banyaknya manfaat kesehatan yang bisa diraih masyarakat dari Senam Tera.

“Menjadikan senam tera sebagai bagian dari gaya hidup akan berdampak besar bagi peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat Jakarta karena Senam Tera sangat bermanfaat, bukan hanya untuk pemeliharaan kesehatan (preventif), tetapi juga promotif (meningkatkan kebugaran), dan kuratif (penyembuhan).  Dalam konteks meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di manapun di dunia, upaya preventif, promotif dan kuratif adalah esensi utama pembangunan kesehatan sebuah negara dan inilah yang juga menjadi esensi, visi, dan tujuan utama dari Senam Tera,” ungkap Fahira.

Sebagai informasi, kehadiran STI tidak dapat dilepaskan dari Kota Jakarta. Ini karena asal muasal STI bermula di pesisir pantai Utara Jakarta yang pertama kali diperkenalkan oleh Bapak Bambang Sutomo pada 12 November 1985. Nama Senam Tera sendiri diadopsi dari nama Senam Terapi yang bermakna senam untuk pengobatan. Terapi pada Senam Tera terutama terletak pada senam pernapasan, yang menyerasikan gerak anggota tubuh di antara pola meridian dan titik kesehatan dalam tubuh menurut teori Akupuntur.

Khusus di Jakarta, STI sudah eksis di 5 Kota Administratif di DKI Jakarta yang terdiri dari 33 ranting yang tersebar di 12 kecamatan dan terbagi menjadi 168 sasana yang tersebar di kelurahan-kelurahan. Jumlah terawan dan terawati di DKI Jakarta yang tercatat hingga saat ini lebih dari 7. 800 orang. (**)