BencoolenTimes.com – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu bersama PT Pertamina Patra Niaga melakukan inspeksi ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Bengkulu untuk menelusuri penyebab antrean panjang kendaraan yang mengisi Bio Solar.
Empat SPBU yang menjadi lokasi inspeksi yakni SPBU Tebeng, SPBU Kandang, SPBU KM 8, dan SPBU Bumi Ayu. Pengecekan dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait antrean Bio Solar yang terus mengular dalam beberapa pekan terakhir.
”Kami telah melakukan pengecekan langsung di empat SPBU dalam Kota Bengkulu,” kata Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, Rabu, 22 Juli 2026.
Hasil inspeksi menunjukkan antrean panjang bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan Bio Solar. Menurut Rico, stok dan distribusi BBM subsidi tersebut masih dalam kondisi aman.
ESDM mengidentifikasi sedikitnya tiga faktor yang menyebabkan antrean kendaraan di SPBU.
Pertama, terjadi peningkatan jumlah konsumen Bio Solar akibat selisih harga yang cukup besar dengan Dexlite. Kondisi ini mendorong sebagian pengguna Dexlite beralih menggunakan Bio Solar. Meski demikian, SPBU telah menerapkan pembatasan volume pengisian bagi kendaraan pribadi sesuai ketentuan.
Faktor kedua adalah panic buying. Banyak pengendara datang sejak dini hari karena khawatir kehabisan BBM, sehingga antrean mulai terbentuk jauh sebelum SPBU beroperasi.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina telah menambah pasokan Bio Solar di SPBU KM 8 dan SPBU Tebeng. Distribusi dilakukan pada malam hari agar stok sudah tersedia saat SPBU mulai beroperasi pada pagi hari.
Selain itu, desain dan tata letak SPBU juga dinilai menjadi penyebab antrean tampak semakin panjang. Di SPBU Bumi Ayu dan SPBU Kandang, posisi tangki Bio Solar yang berada dekat pintu masuk membuat kapasitas antrean di dalam area SPBU terbatas sehingga kendaraan meluber hingga ke badan jalan.
ESDM mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan. Pemerintah memastikan pasokan Bio Solar di Bengkulu mencukupi dan distribusi berjalan normal.
DPRD Minta Dibentuk Tim Terpadu
Antrean panjang Bio Solar juga mendapat perhatian DPRD Provinsi Bengkulu. Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, meminta pemerintah membentuk tim terpadu lintas instansi untuk mengusut persoalan distribusi BBM subsidi yang dinilai terus berulang.
Menurut Teuku, tim tersebut perlu melibatkan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kepolisian, Kejaksaan, TNI, Lanal Bengkulu, hingga PT Pertamina agar persoalan distribusi dapat ditangani secara menyeluruh.
”Silakan bentuk tim gabungan. Libatkan pemerintah, kepolisian, kejaksaan, TNI, Danlanal, dan yang paling penting Pertamina sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap pasokan dan distribusi BBM di Bengkulu,” kata Teuku.
Sementara itu, petugas SPBU Kebun Tebeng menjelaskan lamanya pelayanan sangat bergantung pada jumlah pasokan yang diterima dari Pertamina. Jika pasokan hanya sekitar 8 ton, stok Bio Solar biasanya habis pada siang hari. Namun apabila pasokan mencapai 16 ton, pelayanan dapat berlangsung hingga sore hari.
Meski demikian, ESDM menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak menunjukkan adanya kelangkaan BBM, melainkan dipengaruhi pola konsumsi masyarakat yang meningkat dan distribusi yang harus menyesuaikan kebutuhan di lapangan. (***)



