BencoolenTimes.com – Informasi yang disampaikan pendemo Gudang Indomarco Kelurahan Betungan yang mengaku sebagai perwakilan warga lokal, beberapa waktu lalu disebut Hoax alias berita bohong.
Informasi yang disampaikan pendemo Gudang Indomarco Kelurahan Betungan sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang ada, khususnya soal perekrutan tenaga kerja maupun soal dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Rendra Ginting, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC)Â Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Bengkulu dan selaku penyedia Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Indomarco Betungan memastikan beberapa point yang disampaikan saat demo adalah Hoax.
Disebutkan Rendra Ginting, informasi Hoax tersebut diantaranya soal tidak ada warga lokal Betungan yang dipekerjakan. Bahkan disebutkan selama 6 tahun Gudang Indomarco berdiri, belum pernah ada warga yang dipekerjakan. Serta dikatakan juga bahwa tidak ada dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.
”Point point tersebut, itu sudah hoax dan tidak benar. Padahal kenyataannya tidak seperti itu,” tegas Rendra.
Rendra merincikan, soal tidak ada masyarakat lokal yang bekerja, untuk di ketahui bahwa koordinator aksi yang bernama Megi Widodo sebelumnya pernah bekerja di Gudang tersebut, bahkan sempat menjadi wakil ketua TKBM Gudang Indomarco.
”Dari anggota TKBM di Gudang Indomarco Betungan yang mencapai Lima Puluh (50) orang Dua Puluh Tujuh (27) orang adalah warga Betungan, termasuk anak Megi Widodo itu sendiri,” sebut Rendra.
Dilanjutkan Rendra, Megi Widodo saat ini memang sudah tidak lagi menjadi pengurus serikat mereka, karena sebelumnya ada persoalan dan mendapatkan sanksi dari organisasi. ”Tapi saat dapat sanksi, dia (Megi Widodo) mengajukan pengunduran diri dengan alasan ada pekerjaan lain,” rinci Rendra.
Sedangkan soal tidak adanya dampak ekonomi bagi masyarakat, Rendra kembali menegaskan, bahwa hal tersebut sangatlah tidak berdasar sama sekali.
Dicontohkan Rendra, pendemo yang bernama Komarudin, diketahui memiliki kos kosan yang penghuninya hampir semua adalah karyawan gudang Indo Marco maupun karyawan Indomaret.
”Jadi sekali lagi, kalau dibilang tidak ada pekerja lokal maupun tidak ada dampak ekonomi yang signifikan dari keberadaan Gudang Indomarco Betungan, itu adalah Hoax,” tegas Rendra lagi.
Dilanjutkan Rendra, meskipun saat ini anggota TKBM sudah lebih dari setengah warga lokal, namun peluang bagi masyarakat lokal yang berkeinginan bekerja di Gudang Indomarco masih sangat terbuka.
”Kita masih tetap membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal dan ini juga sudah kita sampaikan kepada pihak kelurahan,” lanjut Rendra.
Rendra menambahkan, karena yang disampaikan dinilai Hoax atau informasi bohong sekaligus tidak relevan dengan kenyataannya, mereka sedang berfikir untuk mengambil langkah hukum.
”Kita masih konsultasi dengan Tim Hukum kita, apakah akan menempuh jalur hukum atas hoax dan narasi berbau provokasi yang disampaikan para pendemo ini,” tambah Rendra.
”Apalagi narasi dan informasi tidak benar yang dibangun tersebut tersebar melalui media pemberitaan maupun berbagi akun medsos. Hal ini juga sangat jelas merugikan kami,” imbuh Rendra.(OIL)



