BencoolenTimes.com, – Kekeliruan pemahaman dalam mempelajari agama sering terjadi di Indonesia, tidak hanya di kalangan masyarakat awam, namun dapat merambat kepada kalangan intelektual.
Kekeliruan pemahaman agama terkenal dimasyarakat disebut kelompok teroris radikal yang membahayakan kerukunan umat beragama di Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI).
Dalam membentengi penanganan teroris ini, Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) RI telah membuat program yang disebut Penguatan Modernisasi Beragama (PMB).
Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Zahdi Taher, M.HI mengungkapkan bahwa program PMB dibuat untuk memperkokoh 4 pilar kebangsaan dengan menggunakan anggaran APBN.
Pilar pertama tentang komitmen kebangsaan dengan cara mempelajari sejarah bangsa, budaya bangsa dan lainnya sebagainya, sehingga tumbuh rasa cinta kepada negara.
“Ini yang selalu kita kembangkan pada setiap ASN lingkungan Kemenag provinsi Bengkulu,” kata Zahdi Taher, Rabu, (14/7/2022).
Pilar kedua, menanamkan nilai-nilai toleransi terhadap perbedaan, yang contohnya ketika ada orang lain kecelakaan berkendara maka jangan sampai saat hendak menolong korban menanyakan apa agamanya, apa sukunya, langsung tolong saja.
“Jadi nilai kemanusiaan sesungguhnya adalah nilai puncak Islam,” ungkapnya.
Lanjutnya, pilar ketiga yakni Anti kekerasan.
“Misalkan saja kita melihat perilaku menyimpang maka jangan langsung ambil tindakan kekerasan akan tetapi dipelajari kenapa itu bisa terjadi,” lanjutnya.
Pilar keempat, adaptif terhadap kearifan budaya lokal, karena tidak semua budaya menyesatkan.
“Misal saja ada ditanya dengan pertanyaan menjebak seperti anda pilih Islam atau Pancasila, jawabnya adalah kita memilih Pancasila bagian dari Islam atau yang lainnya anda pilih presiden Jokowi atau Nabi Muhammad Saw, pertanyaan seperti ini keliru,” pungkasnya. (JRS)



