31.2 C
New York
Wednesday, July 1, 2026

Buy now

spot_img

Ketua AMJ: Media Harus Jadi Benteng Informasi Hoaks dan Menjaga Kritik Tetap Berkualitas

BencoolenTimes.com – Ketua Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ), Wibowo Susilo, S.E., menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai benteng penyaring informasi di tengah derasnya arus hoaks dan disinformasi yang berkembang di era digital.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Diskusi Publik dan Interactive Talkshow Edukasi Hukum 2026 bertema “Kritik Tanpa Jerat: Seni Menguliti Kebijakan Tanpa Terpeleset Hukum” yang digelar AMJ bersama Azwira Bengkulu dan Polresta Bengkulu di Atrium Bencoolen Mall Bengkulu, Selasa, 30 Juni 2026.

Baca Juga  AMJ Bersama Azwira Bengkulu Diskusi Publik “Kritik Tanpa Jerat Hukum” di Bencoolen Mall

Dalam paparannya, Wibowo mengatakan perkembangan media sosial telah mempercepat penyebaran informasi. Di sisi lain, banyak informasi yang beredar tanpa proses verifikasi sehingga memicu munculnya hoaks, provokasi, hingga upaya mengadu domba masyarakat dengan pemerintah.

”Saat ini banyak sekali informasi bohong, potongan-potongan video yang fungsinya adalah untuk mengadu domba. Karena itu media menjadi sarana penyaring informasi,” tegas Wibowo.

Menurutnya, media massa yang bekerja berdasarkan prinsip jurnalistik memiliki tanggung jawab untuk melakukan verifikasi, menyajikan informasi yang berimbang, serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

Baca Juga  Pizza Kuy Hadir di Bencoolen Mall, Tawarkan Promo Spesial

Ia juga mengajak masyarakat untuk menyampaikan kritik secara cerdas dengan mengedepankan data, fakta, dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi karena menjadi sarana kontrol terhadap kebijakan publik.

”Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun kritik akan lebih bermanfaat apabila disampaikan berdasarkan fakta, bukan hoaks, fitnah, atau informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Wibowo berharap kegiatan edukasi hukum seperti ini dapat meningkatkan literasi masyarakat dalam menggunakan media digital sekaligus memperkuat budaya demokrasi yang sehat. Ia menilai kolaborasi antara insan pers, akademisi, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam membangun ruang publik yang lebih kritis, objektif, dan bertanggung jawab.

Baca Juga  AMJ dan Azwira Gelar Talkshow, Angkat Tema ‘Kritik Tanpa Jerat Pidana’, Hadirkan Mantan Jubir KPK

Diskusi publik tersebut turut menghadirkan Advokat sekaligus mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah, S.H. serta Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat, S.S., M.H. sebagai narasumber, dan diikuti oleh jurnalis, mahasiswa, aktivis, akademisi, serta masyarakat umum. (JUL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!