14.3 C
New York
Tuesday, October 13, 2026

Buy now

spot_img

Mobil Mogok Usai Isi Pertalite di SPBU, Sopir Travel Buat Pengaduan ke LPK-RI Bengkulu

spot_img

BencoolenTimes.com – Seorang sopir travel bernama Riswandi mengadukan dugaan masalah kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite ke Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) DPD Bengkulu. Ia mengaku mobilnya mengalami gangguan setelah mengisi Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tebeng, Panorama, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu.

Riswandi menduga BBM yang dibelinya bercampur dengan zat lain. Dugaan itu muncul setelah ia menemukan endapan putih menyerupai semen atau serbuk di dalam tangki bahan bakar mobilnya.

Riswandi menceritakan, ia mengisi Pertalite pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Setelah mengisi BBM, ia mencuci mobilnya dan pulang ke rumah. Mobil tersebut kemudian tidak digunakan hingga keesokan harinya.

Pada Minggu, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, ia menggunakan mobil untuk mengantar anaknya ke bandara. Setelah itu, ia kembali ke rumah.

Baca Juga  LPK-RI Apresiasi Polda Bengkulu Respon Permohonan Gelar Perkara Khusus Ulang Kasus Dugaan Pencurian TBS Kelapa Sawit

Sekitar pukul 18.00 WIB, Riswandi kembali menggunakan mobilnya untuk mengantar penumpang ke Talo, Kabupaten Seluma. Ia baru kembali ke Kota Bengkulu keesokan harinya.

Dalam perjalanan pulang, ia mulai merasakan mobilnya mengalami gangguan. Meski sempat sampai di rumah, ia kemudian memeriksa kondisi kendaraan karena khawatir mengalami masalah serupa dengan yang dikeluhkan sejumlah konsumen lain.

”Saya hidupkan lagi, mobilnya macet dan tidak mau hidup. Akhirnya saya bicarakan dengan kakak saya. Katanya, kalau minyaknya tercampur, bisa jadi itu penyebabnya,” ujar Riswandi.

Ia bersama kakaknya kemudian membongkar tangki bahan bakar untuk memeriksa kondisi Pertalite yang tersisa. Proses pembongkaran dan pemeriksaan tersebut berlangsung selama beberapa jam.

Dari pemeriksaan itu, Riswandi mengaku menemukan endapan putih menyerupai semen atau serbuk pada saringan dan bagian tangki bahan bakar.

Baca Juga  Keluhan Kendaraan Mogok Usai Isi Pertalite Bermunculan, LPK-RI Bengkulu Buka Posko Aduan Konsumen

”Setelah dibongkar, isinya seperti semen putih-putih. Setelah kering, warnanya putih seperti semen atau serbuk,” katanya.

Riswandi mengatakan, sebagian bahan bakar yang dinilai masih layak dipisahkan, sedangkan sisanya yang diduga tidak layak disimpan untuk menunjukkan endapan yang ditemukan.

Akibat kejadian tersebut, ia mengaku mengeluarkan biaya sekitar Rp 430.000 untuk memperbaiki mobilnya. Biaya itu digunakan untuk proses pembongkaran dan penanganan tangki bahan bakar yang dilakukan secara mandiri.

Ia berharap ada tindak lanjut atas keluhan tersebut dan meminta pihak terkait memberikan kejelasan mengenai kondisi BBM yang dibelinya.

”Kami meminta keadilan karena dirugikan, baik dari segi waktu maupun biaya. Biaya servis mobil sekitar Rp 430.000 karena kami membongkar sendiri tangki mobil,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LPK-RI DPD Bengkulu, Aprianto, mengatakan pihaknya menerima pengaduan masyarakat terkait dugaan masalah kualitas Pertalite pada Selasa (13/10/2026).

Baca Juga  LPK-RI Apresiasi Polda Bengkulu Respon Permohonan Gelar Perkara Khusus Ulang Kasus Dugaan Pencurian TBS Kelapa Sawit

Menurut Aprianto, hingga Selasa pagi, sudah ada empat konsumen yang menyampaikan laporan kepada LPK-RI DPD Bengkulu. Pengaduan diterima melalui kedatangan langsung ke kantor maupun melalui nomor WhatsApp admin.

”Pagi ini, Selasa 13 Oktober 2026, LPK-RI DPD Bengkulu telah menerima aduan terkait dugaan Pertalite dicampur dengan zat lain,” kata Aprianto.

Ia menegaskan, sebelumnya LPK-RI DPD Bengkulu telah membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan akibat permasalahan tersebut.

Kata dia, masyarakat yang mengalami kerugian dapat mendatangi kantor LPK-RI DPD Bengkulu atau menyampaikan laporan melalui WhatsApp admin di nomor 0811-780-99.

Aprianto berharap masyarakat yang mengalami kejadian serupa segera melapor agar pengaduan dapat dihimpun dan ditindaklanjuti. (JUL)

spot_img

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!