BencoolenTimes.com – Pemerintah Kota Bengkulu mulai merealisasikan pembangunan renovasi Pasar Barukoto II yang terletak di kawasan Kampung, Senin, 1 September 2025. Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi secara simbolis melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking sebagai tanda dimulainya proyek tersebut.
‘’Bismillah, Insya Allah kita targetkan paling lambat November sudah selesai,’’ ujar Dedy Wahyudi saat prosesi peletakan batu yang dilanjutkan dengan pelumuran adukan semen.
Dalam sambutannya, Dedy Wahyudi mengatakan bahwa pada awalnya masyarakat hanya meminta perbaikan akses jalan di sekitar pasar. Namun, Pemerintah Kota memutuskan untuk melakukan renovasi menyeluruh terhadap bangunan pasar.
‘’Dulu Barukoto I dan II merupakan pusat perekonomian Kota Bengkulu. Di era kepemimpinan Dedy-Ronny ini, kita ingin menghidupkan kembali kawasan kota lama yang hari ini kita mulai rehabilitasi total. Harapannya, ekonomi kembali tumbuh dan masyarakat semakin sejahtera,’’ ujarnya.
Walikota juga berpesan kepada Dinas PUPR dan pihak kontraktor untuk memastikan kualitas pembangunan pasar sesuai standar terbaik.
‘’Saya minta dibangun sebaik mungkin, dengan kualitas terbaik. Supaya saat dilihat orang, tampilannya seperti bangunan baru, dan pembeli pun merasa nyaman berbelanja di sini,’’ kata Dedy Wahyudi.
Tak hanya itu, Pemkot Bengkulu juga berencana membangun kembali jalan penghubung antara Pasar Barukoto I dan II.
‘’Kita terus berbenah. Kawasan Kampung dulunya adalah pusat kegiatan ekonomi. Insya Allah akan kita hidupkan kembali. Bahkan mess Pemda yang selama ini terbengkalai akan difungsikan sebagai Kantor Wali Kota. Pemerintah serius dan fokus membangun, meskipun dalam kondisi efisiensi anggaran,’’ jelas Dedy Wahyudi.
Acara groundbreaking ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Kepala Dinas PUPR Noprisman, Inspektur Eka Rika Rino, Kepala Dinas Perindag Bujang HR, Plt Kadis Pariwisata Nina, Kadis Dukcapil Widodo, Kadispora Sutapa, dan Kadis DP3AP2KB Dewi Dharma. Hadir pula perwakilan kontraktor, tokoh masyarakat, serta ketua RW dan RT setempat.(JUL/RLS)



