10.9 C
New York
Monday, May 4, 2026

Buy now

spot_img

Pemkot Bengkulu Benahi Tata Kelola Parkir Lebih Optimal

BencoolenTimes.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus berbenah agar tata kelola parkir lebih optimal dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pernyataan itu disampaikan Pj Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah saat audiensi bersama para juru parkir yang tergabung dalam Gerakan Peduli Perparkiran Bengkulu (GPPB) terkait pengelolaan parkir di Zona 6, kawasan Pasar Panorama di ruang rapat DPRD, Senin, 4 Mei 2026.

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Waka I DPRD Rahmat Widodo, rapat ini juga dihadiri langsung oleh, anggota DPRD, para asisten, staf ahli, serta jajaran kepala OPD terkait.

Baca Juga  Walikota Bengkulu Terima Penghargaan Bergengsi “National Governance Awards 2026”

Medy menegaskan bahwa pemerintah kota sangat mengapresiasi aspirasi yang disampaikan oleh para juru parkir. Ia menekankan bahwa kebijakan penataan parkir yang tengah dilakukan bertujuan untuk memperbaiki kinerja perparkiran serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

”Sektor parkir adalah salah satu andalan PAD kita. Jika pendapatan naik, manfaatnya akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan, seperti perbaikan jalan rusak, drainase, dan penataan kawasan wisata yang tahun ini mulai terasa progresnya,” ujar Medy.

Medy juga menepis kekhawatiran para juru parkir terkait adanya kebijakan yang memberatkan. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu tidak memiliki niat untuk menyengsarakan warga, melainkan ingin memutus rantai pengelolaan yang tidak efisien.

Baca Juga  Walikota Bengkulu Turlap, Tegur Truk Overload Melintas di Jalan Permukiman

”Salah satu fokus kita adalah memangkas rantai ‘juragan’ parkir. Kita ingin agar pengelolaannya lebih efisien, tidak ada lagi tangan ketiga atau keempat, sehingga juru parkir di lapangan tidak tertekan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Medy memastikan bahwa setiap masukan dan tuntutan tertulis yang telah diterima oleh Walikota maupun jajaran birokrasi akan ditelaah dengan saksama. Pemerintah membuka ruang evaluasi jika terdapat kebijakan teknis yang dirasa keliru atau perlu diperbaiki.

”Kami menganggap Bapak-Ibu sekalian bukan sekadar objek, melainkan mitra dan warga kota yang harus kita muliakan. Mari kita berdialog dengan santun untuk mencari solusi terbaik (nawaitu) demi kebaikan bersama,” tutupnya. (JUL/RMC)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!