11.2 C
New York
Saturday, May 2, 2026

Buy now

spot_img

Pemprov Ingin Ruh Keagamaan Hidup di Seluruh Bengkulu Lewat Retreat Merah Putih

BencoolenTimes.com – Cahaya matahari mulai condong ke barat menyelimuti halaman Masjid Raya Baitul Izzah saat Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melepas langkah-langkah penuh harap para peserta Retreat Merah Putih Angkatan V. Mereka berangkat bukan sekadar menuju sebuah program, tetapi menuju perjalanan batin yang kelak akan mengguncang cara mereka memandang hidup.

Para peserta Retreat Merah Putih Angkatan V dibagi menjadi lima kelompok kecil dan disebar ke berbagai titik, membawa satu misi: menghidupkan kembali denyut masjid, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat dahulu menyalakan cahaya iman hingga menerangi dunia. Selama tiga hari, mereka beriktikaf, belajar sunnah, bersilaturahmi dengan warga sekitar, dan mengetuk hati manusia untuk kembali ke saf-saf shalat berjamaah.

Baca Juga  Pertanyakan Tindaklanjut Laporan, Surati Kejaksaan

”Sejak awal Pak Gubernur sendiri yang memberi motivasi, semangat peserta jauh lebih tinggi,” ujar Rudi Nurdiansyah, salah satu pendamping.

Ahad sore, 11 Januari 2026, mereka kembali berkumpul di Markaz Dakwah Al Anshor. Wajah-wajah yang datang kini berbeda: lebih teduh, lebih jujur. Di hadapan Steering Committee, Ustaz Saeed Kamyabi, satu per satu peserta menyampaikan refleksi. Ada yang menunduk, ada yang gemetar.

”Saya merasa selama ini seperti orang munafik. Jamaah dua kali datang ke masjid saya, tapi saya cuekin. Sekarang rasanya seperti baru lahir kembali sebagai seorang muslim,” ucap seorang peserta sambil terisak seakan menunjukkan hatinya yang kembali hidup dengan semangat religiusitas.

Baca Juga  Percepat Penyelesaian Konflik Agraria Puluhan Tahun

Peserta lain menyambung, ”Dulu saya mudah menangis saat berdoa dan berzikir, lalu rasa itu hilang bertahun-tahun. Alhamdulillah, setelah Retreat ini, rasa itu kini kembali.”

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, yang hadir pada penutupan, menegaskan seluruh ASN Pemprov Bengkulu akan ikut serta dalam Retreat ini. Bahkan, ia membayangkan suatu hari program ini akan diperpanjang hingga 40 hari, agar ruh keagamaan benar-benar mengalir ke seluruh kabupaten di Bumi Merah Putih.

Pesan terakhir datang dari Amir Markaz Bengkulu, Haji Syahril Zainudin: menjaga iman dengan menghidupkan amal masjid serta menerapkan lima T atau tahajud, takbiratul ula, tilawah Al-Quran, tasbihat, dan menundukkan pandangan.

Baca Juga  Pemprov Bengkulu Dorong Hilirisasi Kopi, Targetkan Daya Saing Global

Di balik tiga hari yang singkat, Retreat Merah Putih telah menorehkan jejak panjang di hati. Dipimpin Syafriandi Jahri, Ketua Tim sekaligus Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, ikhtiar ini bukan sekadar program, ia adalah undangan bagi langit untuk turun menyapa bumi, dan bagi manusia untuk pulang pada Tuhannya. (JUL/RMC)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!