11.4 C
New York
Wednesday, March 11, 2026

Buy now

spot_img

Rakyat Iran Meninggal Karena Perang, di Indonesia Meninggal Karena Miskin

BencoolenTimes.com – Rakyat Iran meninggal karena perang, di Indonesia Rakyat meninggal karena miskin. Hal ini sedikit menggambarkan kondisi yang ada di Indonesia saat ini.

Rakyat Iran meninggal karena perang, di Indonesia meninggal karena miskin, ungkapan ini juga yang disampaikan Darmansyah, seorang Jurnalis senior yang juga merupakan Pengamat Media Sosial.

Darmansyah mengungkapkan bahwa, beberapa waktu lalu heboh dan viral pemberitaan seorang pria paruh baya di Cianjur, Jawa Barat (Jabar) meninggal setelah dianiaya tetangganya, hanya karena mencuri dua buah labu siam buat dimasak untuk berbuka puasa bersama ibunya.

Kemudian di waktu lain, ada pemberitaan heboh seorang anak SD di Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih mengakhiri hidupnya karena orang tuanya tidak mampu membeli buku dan pena.

Dikatakan Darmansyah, dua peristiwa ini bukan sekadar tragedy, melainkan adalah cermin kenyataan yang masih dihadapi sebagai bangsa yang katanya kaya.

Ini sekaligus juga membuktikan bahwa masih terlalu banyak rakyat yang bahkan belum mampu memenuhi standar paling dasar dalam hidup, yaitu makan yang cukup, pakaian yang layak, sekolah bagi anaknya dan berobat ketika sakit.

‘’Ironisnya, di saat sebagian rakyat berjuang hanya untuk makan dan sekolah, kita justru sering mendengar uang triliunan rupiah habis untuk hal-hal yang jauh dari kebutuhan rakyat. Bahkan tak jarang lenyap di tangan para koruptor yang menjadikan jabatan sebagai tempat foya-foya,’’ sebut Darmansyah.

Menurut Darmansyah, Negara seharusnya diukur bukan dari seberapa megah proyeknya, tetapi dari seberapa kecil penderitaan rakyat yang paling lemah.

‘’Sebab kemiskinan yang dibiarkan terlalu lama, pada akhirnya bukan hanya membunuh tubuh manusia, tetapi juga membunuh rasa kemanusiaan kita,’’ imbuh Darmansyah.

Diketahui, dari berbagai pemberitaan, beberapa waktu lalu heboh warga inisial Mi (56) asal Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jabar, mengalami nasib tragis setelah diduga dianiaya hingga meninggal dunia oleh tetangganya.

Peristiwa ini bermula dari dugaan pencurian dua buah labu siam dari kebun milik tetangganya. Pelakunya tersebut adalah UA (41), yang merupakan penjaga kebun tetangga korban.

Aksi kekerasan yang berujung maut ini dipicu perbuatan korban yang kedapatan mengambil dua buah labu siam dari kebun tetangga korban yang dijaga pelaku.

Korban dianiaya di depan rumahnya hingga mengalami luka lebam dan lecet hampir di sekujur tubuh. Dua hari berselang, MI akhirnya dikabarkan meninggal dunia.

Selain berita tersebut, juga berita tak kalah menghebohkan terjadi di wilayah Indonesia bagian timur, tepatnya Provinsi NTT. Kematian seorang bocah Sekolah Dasar (SD), inisial YBS yang barus berusia 10 tahun, diduga akibat bunuh diri.

Pelajar kelas IV SD di Kabupaten Ngada, provinsi NTT tersebut, diduga nekat mengakhiri hidupnya karena putus asa dengan keadaan yang dialaminya.

Sebelum aksi nekatnya, bocah SD tersebut sempat meminta uang untuk membeli buku dan pena seharga kurang dari Rp 10.000, namun ibunya MGT (47) menjawab ‘Mereka tak punya uang’.

Karena diketahui juga, bagi keluarga Bocah SD tersebut, mendapatkan uang dengan nominal itu memang tidak mudah. Karena Rp 10.000 saja sulit bagi mereka yang tergolong masyarakat miskin, terlebih ibu korban hanya bekerja sebagai petani dan buruh serabutan, serta janda yang menafkahi lima anak.

Bahkan, untuk mengurangi beban sang ibu, korban diminta tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun di sebuah pondok. Tak jauh dari pondok itulah korban mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di dahan pohon cengkeh pada Kamis, 29 Januari 2026 silam.(OIL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!