Sederet Fakta Dibalik Pengeroyokan Dua Anggota TNI yang Menewaskan Prada Yofan Setiando

Rekontruksi di Mapolda Bengkulu

BencoolenTimes.com, – Tim penyidik Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Rejang Lebong menggelar rekontruksi kasus pengeroyokan dua anggota TNI Batalyon Infanteri 144/Jaya Yudha Curup yang menyebabkan Prada Yofan Setiando (21) meninggal dunia dan Pratu Agus Salim mengalami luka berat.

Rekontruksi dilaksanakan secara tertutup di
Mapolda Bengkulu, Jumat (8/1/2021) karena dari 8 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, mayoritas masih di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Rejang lebong AKP Musrin Muzni S.IK mengatakan, sebanyak 16 adegan yang diperankan para tersangka dalam rekontruksi dan polisi mendapat fakta baru. Dari 8 orang tersangka 6 orang diantaranya membawa senjata tajam saat pengeroyokan yang terjadi di Lapangan Setia Negara malam tahun baru 2021 lalu tersebut.

Selain itu, para tersangka dalam pengaruh alkohol karena sebelum ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersangka pesta minuman keras jenis tuak dan mengonsumsi pil X.

“Ada beberapa adegan yang tidak sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), ada sekitar enam orang yang menbawa senjata tajam saat kejadian berlangsung. Para tersangka juga dalam pengaruh minuman keras, pengaruh obat pil X juga,” ungkap Kasat Reskrim.

Adegan yang diperankan tersangka dalam rekontruksi tersebut mulai dari awal tersangka berkumpul, berpesta minuman keras, terjadinya perselisihan antara korban dan tersangka hingga peristiwa pengeroyokan yang menewaskan Prada Yofan Setiadi dan Pratu Agus Salim, luka berat.

“Tersangka di jerat pasal 338 KUHPidana subsider pasal 170 ayat 2 dan 3 dengan ancaman 15 tahun penjara,” jelas Kasat Reskrim.

Saat rekontruksi, polisi juga menghadirkan Pratu Agus Salim, rekan Prada Yofan Setiandi dan disaksikan Komandan Detasemen Polisi Militer Bengkulu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Bengkulu, Kabagwasidik Ditreskrimum Polda Bengkulu, Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong AKP Musrin Muzni S.IK, pihak Kejaksaan Negeri Rejang Lebong, Badan Permasyarakatan (Bapas) Kota Bengkulu, Peksos, dan penasehat hukum para tersangka. (Bay)