Malang, Berkenalan Lewat Medsos, Gadis Remaja Jadi Korban Asusila

Tersangka Asusila yang diamankan Polda Bengkulu

BencoolenTimes.com, – Nasib malang menimpa gadis remaja Kota Bengkulu baru-baru ini, berawal dari akun Media Sosial (Medsos) Facebook, gadis yang masih di bawah umur ini menjadi korban tindak pidana asusila atau pencabulan, oleh pemuda Kota Bengkulu inisial JM yang saat ini sudah ditangkap tim Opsnal Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno saat dikonfirmasi, Jumat (8/1/2021) mengenai perkara ini mengimbau kepada warga se Provinsi Bengkulu untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap anak terutama mengontrol dalam penggunaan Medsos yang bisa menimbulkan dampak negatif seperti gadis remaja tersebut, menjadi korban dugaan pencabulan yang diawali dari perkenalan di media sosial.

“Untuk para orangtua kami imbau perketat pengawasan terhadap anak terutama dalam penggunaan media sosial yang bisa menimbulkan dampak negatif,” Imbau Sudarno.

Dugaan pencabulan yang dialmi korban, sambung Sudarno, terjadi pada 28 September 2020 lalu. Korban awalnya berkenalan dengan tersangka lewat akun facebook yang kemudian berlanjut ke chatingan.

Lalu, antara korban dan tersangka janjian untuk bertemu di daerah Kebun Beler Kota Bengkulu. Setelah mereka bertemu, korban diajak tersangka ke Rumah neneknya.

Setibanya di Rumah nenek tersangka korban langsung diajak masuk kamar yang selanjutnya tersangka melakukan dugaan pencabulannya tersebut.

Setelah itu, sekira pukul 21 WIB korban meminta untuk diatar pulang, namun tersangka menolak mengatar pulang korban.

Lalu sekira pukul 22.00 WIB teman korban menelpon korban, selanjutnya sekira pukul 00.00 WIB tersangka mengantar korban ke simpang Flamboyan I. Barulah kemudian ayah korban menjemput korban.

Atas kejadian tersebut korban mengalami trauma, ayah korban yang tidak terima anaknya mendapat perlakuan tak senonoh lalu melapor ke Polda Bengkulu.

“Saat ini yang bersangkutan (tersangka) sudah diamankan untuk ditindaklanjuti tim penyidik,” kata Sudarno. (Bay)