BencoolenTimes.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu menegaskan sektor jasa keuangan di daerah ini tetap stabil dan mengalami pertumbuhan hingga akhir 2025, didukung likuiditas memadai di tengah ketidakpastian kondisi global.
Kepala OJK Bengkulu, Ayu Laskmi Syntia Dewi, mengatakan, kinerja industri perbankan di Provinsi Bengkulu tergolong baik. Aset bank umum, yang terdiri dari Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah, tumbuh sebesar Rp 2,1 triliun atau 6,38% (yoy) menjadi Rp 35,05 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 0,93 triliun atau 5,12% menjadi Rp 19,14 triliun.
Sementara itu, penyaluran kredit bank umum di Bengkulu tercatat Rp 31,21 triliun, meningkat 5,58% dibanding Desember 2024, dengan kualitas kredit tetap terjaga di rasio NPL/F 1,55%. Pertumbuhan kredit didominasi oleh Kredit Konsumsi sebesar Rp 1,18 triliun (7,75% yoy) menjadi Rp 16,44 triliun dan Kredit Investasi Rp 691 miliar (12,13% yoy) menjadi Rp 6,39 triliun. Namun, Kredit Modal Kerja tercatat menurun Rp 224 miliar atau 2,60% menjadi Rp 8,39 triliun.
Berdasarkan sektor ekonomi, pertumbuhan kredit dipimpin sektor Rumah Tangga sebesar Rp 753 miliar (7,67%), sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Rp 522 miliar (8,17%), serta Bukan Lapangan Usaha Lainnya Rp 430 miliar (7,85%). Kredit UMKM menjadi sorotan, dengan penyaluran mencapai Rp 13,69 triliun atau 43,85% dari total kredit. Kredit UMKM tumbuh Rp 296 miliar atau 2,21% (yoy), dengan NPL/F terjaga di 2,03%.
Tidak ketinggalan, kinerja BPR dan BPRS di Bengkulu juga positif. Aset meningkat Rp 59,71 miliar (16,17%) menjadi Rp 428,95 miliar, ditopang penghimpunan DPK Rp 41,09 miliar (17,51% yoy) menjadi Rp 275,76 miliar. Penyaluran kredit tumbuh Rp 46,07 miliar (16,56%) menjadi Rp 324,33 miliar.
”OJK Bengkulu memastikan likuiditas sektor jasa keuangan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal,” kata Ayu saat kegiatan Media Update di Kantor OJK Provinsi Bengkulu, Kamis, 5 Maret 2026. (JUL)



