Sempat Ditolak RSUD M Yunus, Korban Kecelakaan Akhirnya di Tangani RSHD

BencoolenTimes.com, – Pasca menjalani operasi di Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) kota Bengkulu. Kondisi kesehatan RO (12 tahun) warga Kecamatan Urai Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara mulai berangsur membaik.

Pelajar dari Kabupaten Bengkulu Utara ini, sempat dijenguk calon Gubernur Bengkulu nomor urut 01, Helmi Hasan. Melihat kondisinya yang parah, Helmi sempat memberi saran agar segera diobati. Helmi dan rombongan juga mendoakan agar RO lekas sembuh.

Meskipun saat ini kaki kanan pasien diamputasi, namun pihak keluarga mengaku bahagia setelah anak mereka bisa tolong oleh petugas medis. Keluarga juga berterimakasih atas bantuan Helmi Hasan, yang perhatian dan baik kepada rakyat.

“Kami bahagia meskipun keluarga kami dalam kondisi sakit, karena masih ada yang mau membantu ketika kami dalam kondisi terpuruk,” ujar salah seorang kerabat pasien. Pasien bersama keluarga saat tiba di RSHD kota Bengkulu, Selasa (3/11/2020).

Untuk diketahui, pasien merupakan korban kecelakaan lalulintas di jalan lintas barat Sumatera. Setelah sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Ummi, Sabtu (19/09) pasien lantas dirujuk ke RS M. Yunus (RSMY).

Di RSMY pihak medis menyarankan agar diambil tindakan amputasi terhadap kaki pasien. Namun pihak keluarga menolak, dengan alasan masih ingin mencoba alternatif pengobatan melalui jasa dukun patah tulang.

Pasien dibawah keluarga pulang kerumah. Akan tetapi, seiring waktu kondisi kesehatan pasien semakin memprihatinkan. Terjadi infeksi dan kaki kanan pasien mengalami pembusukan.

Setelah dihubungi oleh pihak keluarga yang meminta bantuan. Pasien dari keluarga yang kurang mampu ini lantas dijemput oleh ambulan kota Bengkulu, Selasa (3/11/2020).

Melihat kondisi pasien setiba di RSHD, pihak medis saran agar pasien dibawa ke RS yang lebih lengkap untuk memberikan tindakan dan perawatan.

Direktur RSHD kota Bengkulu, dr. Lista menyatakan pihaknya memiliki keterbatasan, karena belum memiliki doktor spesialis bedah tulang.

“Kami Rumah Sakit Kota tidak memiliki Dokter spesialis bedah Tulang Tulang jadi kami rujuk ke RS M Yunus, terang dokter Lista.

Namun pihak manajemen RSMY menolak pasien dengan alasan belum ada surat rujukan dari RS yang merawat sebelumnya.

Dengan kondisi kaki yang sudah membusuk, pasien dapat dikembalikan ke RSHD. Menimbang keselamatan nyawa pasien, akhirnya pihak dokter RSHD memutuskan untuk melakukan tindakan operasi untuk mengamputasi kaki pasien.

“Ya karena dibalikkan ke RSHD lagi, kami harus mengambil keputusan, dan RSHD wajib membantu karena nyawa pasien,” ungkap Lista.

Dokter Lista yang akrab disapa dengan panggilan bunda Lista ini mengatakan seharusnya operasi dilakukan dokter bedah Tulang. Bunda Lista juga mengakui bahwa pihak RSHD saat ini belum memiliki doktor spesialis bedah tulang (orthopedi).

“Why kemaren it us the us going to RSMY karena memang seharusnya kita rujuk ke spesialis orthopedi. Dokter kita Cuma dokter bedah umum, bukan orthpedi, ”terang Bunda Lista.

Atas kinerja yang dilakukan oleh Tim RSHD, Bunda Lista medis syukur. Meskipun Tim operasi yang dipimpin oleh dr Mirton, SpB dan dr. Doni, SpAn merupakan dokter bedah umum.

“Alhamdulillah Tim dokter RSHD bisa membantu pasien meskipun hanya dikerjakan oleh dokter bedah umum, semoga pasien cepat sembuh,”tutup Bunda Lista berharap. (Bay)