Soal Kericuhan Kegiatan Mahasiswa UIN Bengkulu, Mantan Ketua Dema Kritisi Kampus

BencoolenTimes.com, – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Bengkulu Fatmawati Sokarno (UIN-FAS) sempat ricuh dalam Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (PKMTD). Ketua DEMA FEBI tahun 2016 angkat bicara ihwal kericuhan tersebut.

Ketua Dema FEBI Tahun 2016, Meki Supianto mengatakan, ada gesekan antar organisasi mahasiswa di sebuah kampus merupakan hal biasa namun sebagai mahasiswa seharusnya mampu mengontrol emosinya.

“Untuk kebaikan kampus seharusnya cukup diselesaikan secara musyawarah tidak perlu sampai ada baku hantam,” ungkap Meki.

Meki menjelaskan, jika ditinjau dari kegiatan PKMTD, berdasarkan pengalaman selama menjadi Ketua DEMA FEBI, memang yang berwewenang mengadakan kegiatan tersebut yakni, organisasi DEMA. Disisi lain, Plt DEMA FEBI berpatok pada Aturan Dasar Keluarga Besar Mahasiswa (ADKBM).

Meki menilai, aturan tersebut berdasarkan pengalamanya menjadi Ketua DEMA FEBI tidak adanya transparan masalah aturan, sehingga membuat mahasiswa tidak mengetahui aturan tersebut.

“Jadi wajar kita sebagai mahasiswa bingung dan para panita pun bingung,” tutur Meki.

“ADKBM itu, saya belum pernah lihat. Itulah kekurangan dari kampus kita, dia membuat aturan, tapi tidak pernah disosialisasikan, bahkan kita tidak tahu apakah aturan tersebut masih relevan atau tidak, jika tidak relevan seharusnya direvisi,” jelas Meki.

Meki menyarankan, ADKBM disosialisasikan agar para mahasiswa mengetahui aturan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (PKMTD) mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam  (FEBI) Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno (UIN-Fas) Bengkulu diwarnai kericuhan dan baku hantam dengan saling lempar kursi antar mahasiswa, Sabtu, (16/10/2021).

Diduga, kericuhan disebabkan karena mis komunikasi antara Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas FEBI dengan Himpunan Mahasiswa (HIMA) di tingkat prodi FEBI. (JRS)