Bencoolentimes.com – Targetkan masalah sampah di Kota Bengkulu dituntaskan dalam program 100 hari kerja, Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu Dedy-Ronny.
Targetkan masalah sampah tuntas di Kota Bengkulu, sudah masuk dalam daftar program 100 hari kerja. Program tersebut juga disampaikan dalam berbagai kesempatan Kampanye Pilwakot tahun 2024 lalu.
‘’Program 100 hari kerja seperti yang kita sampaikan waktu debat kampanye, pertama memastikan Kota Bengkulu bebas sampah dan sekarang beberapa lurah, maupun camat sudah kita komunikasikan. Sampah-sampah yang sempat menumpuk sudah mulai dibersihkan,’’ kata Dedy Wahyudi yang tinggal menunggu ketuk palu MK untuk ditetapkan sebagai Walikota Bengkulu Terpilih, Kamis, 30 Januari 2025.
Dedy Wahyudi menyebutkan, sejumlah lokasi seperti kawasan Diknas, Simpang Skip, Pasar Bengkulu, Kawasan Perbatasan, Pantai Berkas, daerah Lempuing, kawasan Sungai Serut sudah mulai dibersihkan.
‘’Masalah sampah ini bicara soal hulu, karena kedepan masing-masing rumah tangga itu kita minta untuk belajar memilah sampah yaitu sampah kering, plastik dan basah dipisahkan agar bisa didaur ulang,’’ sebut Dedy.
Dedy melanjutkan, seperti sampah plastik bisa didaur ulang misalnya dibuat Paving Block dan sebagainya. Dalam hal ini, sudah ada inisiasi turunan untuk program tersebut dapat berjalan dengan baik kedepannya.
‘’Kemudian sampah kering yang tidak bisa diolah diarahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan yang basah seperti bekas nasi rumah tangga dijadikan kompos,’’ lanjut Dedy.
‘’Maka nanti Rumah Tangga kita ajarkan untuk mengolah itu dan sudah kita siapkan. Di daerah lain yang sukses mengolah sampah itu memilahnya dari mulai rumah tangga,’’ sambung Dedy.
Dedy menambahkan, kedepan warga Kota Bengkulu diminta ikut berpartisipasi iuran sampah. Namun itu bagi yang mampu dan bagi yang tidak mampu tidak perlu membayar iuran.
Apalagi, hitungan jumlah iuran sampah tersebut, setiap bulan mungkin hanya berkisar Rp 20 ribu. Sehingga ini juga akan mengurangi potensi adanya masyarakat yang berangkat kerja naik kendaraan sambil membuang sampah sembarangan.
‘’Ayo kita sama-sama bergandengan tangan mengatasi persoalan sampah di Kota Bengkulu. Karena penanganan sampah tidak cukup hanya di lakukan Pemerintah Kota Bengkulu saja, melainkan juga butuh peran serta seluruh masyarakat Kota Bengkulu,’’ imbuh Dedy.(JUL)



