Tips Mendapatkan Senyawa Kebahagiaan Anti Covid-19

BencoolenTimes.com, – Banyak pakar kesehatan mengatakan, ketika seseorang merasa bahagia, tubuh akan memproduksi interferon. Protein yang berfungsi melawan virus dan dapat membentuk imunitas.

Rasa bahagia dan selalu berpikir positif dipercaya sebagai salah satu kunci menangkal dan mencegah terpapar Covid-19. Setidaknya, ada empat hormon penghasil Senyawa Kebahagiaan.

Pertama, hormon Endorfin (The Pain Killer). melalui kegiatan berolahraga, tertawa, dan mendengarkan musik. Kedua, hormon Dofamin (The Reward Chemical), muncul ketika seseorang menikmati makanan atau minuman, tidur cukup, dan mandi air hangat.

Ketiga, hormon Serotonin (The Mood Stabilizer), berasal dari kegiatan berdoa, beribadah, paparan sinar matahari, dan menikmati keindahan alam. Keempat, hormon Oksitosin (The Love Hormone), lewat aktifitas berbagi cerita, sentuhan fisik, dan berbuat kebaikan.

Tangguh SR, warga Bengkulu, membagikan tips untuk mendapatkan keempat Senyawa Kebahagiaan, hanya dengan mengunjungi pantai.

Bengkulu sendiri, merupakan salah satu opsi terbaik untuk mengunjungi pantai. Karena Bumi Rafflesia ini, memiliki garis pantai, memanjang dari Barat Laut di Kabupaten Mukomuko, hingga ke Tenggara di Kabupaten Kaur.

Salah satu rujukan, pantai cantik di Desa Pengubaian, Sekunyit, Kaur. Jaraknya, 98 kilometer dari pusat Kota Bengkulu. Dapat ditempuh selama kurang lebih lima jam menggunakan kendaraan roda empat.

Dari poros jalan utama, pantai berkarakter karang ini dapat dicapai dalam lima menit. Nyiur melambai di sisi kiri kanan jalan akan memandu pengunjung menuju area pantai.

Salah satu lokasi favorit pengunjung, berada di bibir pantai Pengubaian. Bagi peselancar, ombak di pantai ini merupakan salah satu spot untuk menari di atas papan. Mereka menyebutnya, Sekunyit Left.

Selain Sekunyit, ada banyak opsi pantai lainnya di Kaur. Ada pantai Laguna, Linau, Cungkuk, Air Langkap, dan lainnya. “Sesungguhnya, semua Senyawa Kebahagiaan itu ada di pantai,” ujar Tangguh.

Menurut Tangguh, pantai merupakan tempat ideal berolahraga. Dua sisi pantai, pasir dan air dapat menjadi sarana olahraga. Berselancar, snorkeling, sepakbola, voli pantai, atau bahkan sekadar berjemur mendapatkan sinar Ultraviolet B untuk imunitas.

Selain sehat, menurut pegiat lingkungan tersebut, olahraga juga dapat memicu rasa bahagia. Sehingga, tubuh mengeluarkan hormon Endorfin.

“Apalagi kalau olahraganya di pantai. Sambil berjemur, mendengarkan musik, dan menikmati pemandangan. Itu sudah dapat dua senyawa kebahagiaan, Endorfin dan Serotonin,” terang pria yang populer dengan sebutan Dubes Kutub di kalangan jurnalis tersebut.

Agar tetap waras dan bahagia, papar Tangguh, manusia juga harus mampu berpikir positif. Karena berpikir positif akan memunculkan energi positif. Hal ini terbukti dapat meminimalisir emosi negatif. Seperti cemas, panik, khawatir, takut, dan gelisah terkait Covid-19.

Salah satu energi positif, muncul saat berbagi cerita usai berolahraga. Mengkonsumsi makanan bergizi, menyantap kuliner khas Kaur.

Salah satu menu andalan khas pesisir pantai di Kaur adalah sate gurita. Teksturnya lembut karena sudah direbus dahulu sebelum dibakar. Dapat dinikmati langsung dengan campuran kuah kacang, dipadu lontong atau nasi putih.

Setelah berolahraga, mencicipi kuliner di tepi pantai, sambil menikmati sunset. Berbagi cerita, dan memanjakan diri dengan hidup berkualitas. Diakhiri dengan mandi air hangat, dan tidur cukup. Empat Senyawa Kebahagiaan didapat sekaligus dalam satu lokasi. Endorfin, Serotonin, Dofamin dan Oksitosin.

“Selalu bersyukur dengan nikmat hidup dan kesehatan. Agar senantiasa merasa tenang, nyaman, dan damai. Dengan begitu, kebahagiaan akan datang dengan sendirinya,” kata jurnalis yang sedang mempersiapkan diri ikut seleksi ekspedisi ke Kutub Utara itu.

Jika jauh dari pantai, Senyawa Kebahagiaan tetap dapat didapat melalui kegiatan di lingkungan sekitar. Meskipun hanya di sekitar perumahan tempat tinggal.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah masih memberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk menekan penyebaran Covid-19. Untuk melakukan aktifitas di pantai saat PPKM, tetap dianjurkan untuk menerapkan prokes agar meminimalisir penyebaran virus tersebut. “Dimana pun itu, prokes tetap wajib diterapkan,” pesan Tangguh. (**)