9.3 C
New York
Sunday, April 19, 2026

Buy now

spot_img

Atlet Bengkulu yang Ikut PON di Papua Tak Diperhatikan

BencoolenTimes.com, – Dugaan korupsi dana hibah Rp 15 miliar di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu yang menyeret nama mantan Ketua KONI Mufran Imron sebagai tersangka turut berimbas pada tak diperhatikannya atlet Bengkulu yang akan ikut Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua Oktober 2021 mendatang.

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi mengatakan, untuk persiapan PON Papua sudah dianggarkan Rp 4 miliar. Anggaran tersebut sudah di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu.

“Tinggal lagi proses Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemerintah Provinsi yaitu Gubernur dengan Ketua KONI,” kata Edwar, Selasa (27/4/2021).

Anggota DPRD Provinsi yang juga Ketua Umum Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing ini menuturkan, atlet-atlet Cabor yang diikutkan ke PON Papua sama sekali belum tersentuh bantuan.

“Belum sama sekali, kita dari tahun 2020 sampai sekarang kita belum terima dana terkait masalah Training Center (TC) atlit yang akan diberangkatkan ke PON Papua,” beber Edwar Samsi.

Edwar Samsi mengungkapkan, pihaknya sudah mempersiapkan dua atlet untuk di Cabor Panjat Tebing. Atlet tersebut yang meraih medali emas dan perak pada saat Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) tahun 2019 lalu di Provinsi Bengkulu.

“Kita sudah lakukan TC. Cuman yang jadi persoalan anggaran untuk TC sampai saat ini belum cair, sehingga kita melaksanakan TC mandiri,” ungkap Edwar Samsi.

Edwar berharap kepada pihak terkait untuk segera melaksanakan kewajiban yang seharusnya dipenuhi untuk atlet yang akan dikirimkan ke Papua membawa nama Provinsi Bengkulu.

“Harapan kita segera laksanakan TC itu, termasuk cabor-cabor yang lain dan distribusikan anggarannya. Baik dalam segi gizi, terus insentif mereka. Sehingga mereka semangat dan bisa berprestasi di Papua, jangan sampai kita mengikuti PON ini hanya sebagai formalitas. Paling tidak bisa menaikkan rangking kita,” terang Edwar Samsi penuh kecewa.

Edwar Samsi menegaskan, seharusnya tidak ada alasan lagi dari KONI untuk menjalankan kewajibannya. Karena posisi Mufran Imron sudah ada yang menggantikan.

“Sekarang kan Plt-nya sudah ada dan sudah di SK kan oleh KONI pusat. Artinya tidak ada lagi alasan KONI itu tidak melaksanakan kewajibannya, yang salah satunya mempersiapkan atlit PON yang akan dilaksanakan tahun ini di Papua,” tutup Edwar Samsi. (PPJ)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!