BencoolenTimes.com – Sejumlah siswa dan siswi SMKN 3 Kota Bengkulu tak diperbolehkan mengikuti ujian oleh pihak sekolah lantaran menunggak pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).
Siswa/siswi SMKN 3 Kota Bengkulu yang
memiliki tunggakan SPP tersebut telah menghubungi Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melalui pesan WA dengan maksud meminta bantuan, namun Gubernur Bengkulu hanya membalas pesan WA siswa menggunakan emoticon tangan yang memegang pena sehingga siswa tidak merasa puas.
Terkait persoalan ini, wartawan bencoolentimes.com kemudian mencoba menghubungi Gubernur Bengkulu untuk meminta tanggapan terkait aduan yang dilaporkan para siswa/siswi SMKN 3 Kota Bengkulu itu.
Namun pesan WA yang dikirim wartawan tak digubris oleh Rohidin meski sedang dalam keadaan online dan saat wartawan mencoba menghubungi via telfon WA panggilan wartawan pun ditolak oleh Gubernur Rohidin, Kamis (2/11/2021) malam.
Tidak berhenti disana, wartawan kemudian mencoba mengonfirmasi langsung Gubernur Bengkulu mengenai persoalan siswa iti ketika Gubernur usai menghadiri pertemuan di Hotel Mercure Bengkulu. Saat dikonfirmasi langsung,
Gubernur Bengkulu bungkam tak menyampaikan sepatah kata pun dan pergi begitu saja meninggalkan lokasi.
Sekedar informasi, berdasarkan data yang didapat media ini, sejumlah siswa yang memiliki tunggakan SPP hingga tak diperbolehkan ikut ujian tersebut yakni Jevika sebesar Rp. 7,4 juta, lalu Salim sebesar Rp. 5 juta kemudian Nur sebesar Rp. 5,57 juta Dan Azwar sebesar Rp5,5 juta. Namun tak menutup kemungkinan masih banyak siswa dan siswi lain yang memiliki persoalan yang sama namun mereka hanya diam. (PPJ).



