23.2 C
New York
Saturday, June 27, 2026

Buy now

spot_img

Dugaan Siswa SMP Terpapar Omicron, Kadinkes Sebut Sampel Sudah Dikirim ke Kemenkes

BencoolenTimes.com, – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menegaskan bahwa di Provinsi Bengkulu belum ditemukan adanya kasus Covid-19 varian baru Omicron.

Hal ini ditegaskan Herwan Antoni saat menghadiri kegiatan vaksinasi massal yang digelar Polda Bengkulu, Jumat (14/1/2022).

Mengenai dugaan salah satu siswa SMP di Kota Bengkulu yang terpapar Omicron, Herwan Antoni mengungkapkan bahwa sampel data dari siswa tersebut sudah dikirim ke Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboraturium.

“Kita sudah kirimkan samplenya, dan biasanya butuh waktu 3 sampai 5 hari sudah ada hasilnya, ya kita doakan semoga hasilnya negatif,” kata Herwan Antoni.

Baca Juga  Dilaporkan ke Polda Bengkulu, Begini Klarifikasi Advokat Bendrawardana

Herwan Antoni mengimbau tegas seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu taat Protokol Kesehatan dimanapun berada dan segera melakukan tes PCR apabila pulang dari daerah luar Bengkulu.

Diberitakan sebelumnya, salah satu siswa SMP di Kota Bengkulu yang diduga terpapar virus Omicron.
Diduga penularan tersebut dari anggota keluarga pelajar 13 tahun tersebut dari Jakarta yang datang ke Kota Bengkulu.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelli Hartati. Neli mengatakan saat ini untuk Dinas Kesehatan Kota Bengkulu sudah mengirimkan sampel pasien siswi yang diduga terpapar Omicron ke Pusat dan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu masih menunggu hasil uji sampel yang dilalukan oleh Kementerian Kesehatan untuk memastikan apakah siswi SMP tersebut terpapar Covid-19 varian Omicron.

Baca Juga  Akhir Pelarian NC alias Yeyen, Owner Investasi Bodong Bengkulu

Sambil menunggu hasil dari pusat, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu juga telah melakukan tracking kepada setiap orang yang melakukan kontak erat dengan pasien, dan jika hasil tracking pasien pergi ke sekolah, maka sekolah tersebut akan ditutup selama lima hari kedepan. Sedangkan sampai dengan saat ini diketahui, aktifitas belajar mengajar di sekolah tersebut masih tetap berjalan normal.

“Dari berita awal itu ada keluarganya yang meninggal, jadi ada keluarga yang datang dari luar Kota Bengkulu, dari Jakarta datang melayat, anak itu demam. Anak SMP, secara masif kita khawatir penyebarannya nanti akan cepat, mudah-mudahan itu bukan Omicron karena sampelnya tetap kita kirim ke pusat untuk mengetahui spesifikasi virus yang terdeteksi,” kata Nelli baru-baru ini. (Cw5)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!