22.5 C
New York
Tuesday, June 23, 2026

Buy now

spot_img

Penumpang Citilink Keluhkan Tarif Denda Rp350 Ribu, Siap Lapor ke Ditjen Hubud

BencoolenTimes.com – Penumpang pesawat Citilink di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu dengan rute Bengkulu–Jakarta, Minggu, 21 Juni 2026, merasa dirugikan akibat kebijakan penerapan aturan bagasi kabin yang dinilai tidak transparan dan merugikan konsumen.

Buntut polemik tersebut, penumpang pesawat bakal melaporkan pihak manajemen Citilink di Bengkulu ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud).

Tiurlan selaku orang tua penumpang pesawat mengaku bahwa total berat barang bawaan anaknya selaku penumpang pesawat Citilink tersebut di bawah batas maksimal bagasi kabin, yakni satu koper kabin standar, satu tas HP kecil, dan satu tas kosmetik kecil, tanpa bagasi tercatat.

Namun, menurutnya, petugas tetap mengenakan biaya tambahan sebesar Rp350 ribu saat proses boarding di gate keberangkatan. Padahal, keterangan petugas di lokasi menunjukkan ketentuan bagasi maksimum sebanyak 7 Kg.

”Pertama, apakah mereka sudah timbang beratnya. Kedua saya membawa barang yang total beratnya di bawah 7 kilogram. Tetapi tetap dikenakan denda flat Rp350 ribu hanya karena jumlah tas yang terpisah,” ujar Tiur sapaan akrabnya dalam pengaduan yang akan disampaikannya kepada Ditjen Hubud dan manajemen Citilink.

Ia juga mempertanyakan dasar hukum penerapan denda flat tersebut. Menurutnya, tidak ada penjelasan mengenai perhitungan biaya berdasarkan berat barang maupun opsi untuk menggabungkan tas kecil ke dalam koper kabin.

”Perlu dijelaskan secara terbuka aturan pemerintah maupun SOP yang menjadi dasar larangan penumpang membawa atau memangku tas kecil di dalam kabin pesawat. Kami dapat menerima apabila barang tersebut memang tidak diperbolehkan berada di kabin dan harus ditempatkan di bagasi. Namun, pada saat kejadian masih tersedia ruang bagasi kabin yang kosong sehingga seharusnya ada solusi yang lebih bijak,” paparnya.

Selain itu, ia juga mempersoalkan adanya larangan untuk memangku barang pribadi seperti headphone, dompet, maupun tas kecil selama berada di dalam pesawat bagi penumpang.

”Kami meminta penjelasan, apa regulasi keselamatan yang melarang penumpang memegang atau memangku barang esensial pribadi seperti HP dan dompet di kursi mereka. Padahal kami tidak menggunakan bagasi tercatat sama sekali dan total berat barang bawaan juga tidak melebihi batas yang ditentukan. Oleh karena itu, kami meminta penjelasan yang jelas mengenai dasar aturan dan mekanisme penerapan biaya tersebut,” katanya.

Dalam laporannya, ia meminta dilakukan evaluasi terhadap manajemen Citilink Bengkulu agar pelayanan kepada penumpang dapat lebih transparan, humanis, dan mengedepankan edukasi kepada konsumen.

Sementara itu, Corporate Secretary & CSR Group Head Citilink, Tashia Scholz menjelaskan bahwa penumpang tersebut membawa total tiga bagasi kabin, yakni satu tas koper, satu tas kecil, dan satu tas jinjing. Jumlah tersebut melebihi ketentuan bagasi kabin yang berlaku, yaitu maksimal dua barang yang terdiri dari satu tas koper dan satu tas tangan atau tas jinjing.

Saat proses keberangkatan, petugas disebut telah memberikan penjelasan kepada penumpang mengenai aturan jumlah bagasi kabin serta menyarankan agar barang bawaan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Namun, penumpang memilih tetap membawa seluruh barang bawaannya ke kabin.

”Penumpang tetap memilih untuk membawa seluruh barang bawaannya ke kabin sehingga jumlah bagasi kabin yang dibawa melebihi batas yang diperkenankan dan dikenakan biaya sesuai ketentuan yang berlaku,” berdasarkan keterangan resmi Tashia Scholz.

Pihak maskapai juga menyebut, setelah penumpang mendapatkan penjelasan dari petugas, mereka memahami ketentuan tersebut dan menyelesaikan pembayaran sesuai prosedur.

Pihak Citilink menegaskan akan terus menerapkan ketentuan penerbangan secara konsisten demi menjaga kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran operasional bagi seluruh penumpang. Maskapai juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan ketentuan bagasi sebelum melakukan perjalanan agar pengalaman terbang tetap nyaman dan lancar. (JUL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!