16.6 C
New York
Sunday, April 19, 2026

Buy now

spot_img

Telan Miliaran Rupiah Tapi Ambruk, Kontruksi Wisata Kota Tuo Bakal Diusut APH?

BencoolenTimes.com, – Ambruknya lokasi wisata Kota Tuo Kota Bengkulu mengundang perhatian publik. Hal itu dikarenakan selain bangunan baru berumur sekitar setahun, anggaran yang digunakan untuk pembangunan nilainya miliaran rupiah.

Tepatnya 1 November 2021, tempat wisata baru berlokasi di Kelurahan Pasar Bengkulu Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu itu diresmikan dan diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata pendongkrak perekonomian masyarakat.

Itulah yang kini diperbincangkan publik. Padahal, direncanakan pembangunan akan dilanjutkan pada tahap 2 dan tahap 3, namun pembangunan tahap 1 sendiri sudah ambruk meski belum lama.

Menyikapi ini, Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Puskaki) Bengkulu, Melyan Sori mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut pekerjaan kontruksi Wisata Kota Tuo tersebut, karena menurut Melyan, tidak ada alasan bagi APH untuk tidak mengusut spesifikasi atau volume pekerjaannya.

“Kondisinya ambruk, padahal baru sekitar setahun, jadi tidak ada alasan untuk APH tidak mengusutnya,” kata Melyan Sori, Sabtu (25/2/2023).

Melyan Sori menyayangkan bangunan yang dibangun kolaborasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Bengkulu melalui program KOTAKU kualitasnya tidak sesuai harapan masyarakat, padahal anggaran yang ditelan cukup fantastis.

“Melihat ambruknya ini, negara rugi, karena azas manfaatnya tidak ada lagi yang ambruk ini, inilah makanya APH harus mengusut kontruksinya, spesifikasi atau volume pekerjaannya bagaimana, sesuai apa tidak, kita tunggu saja langkah dari APH,” jelas Melyan Sori.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil pengumpulan data media ini, pembangunan Wisata Kota Tuo tahap 1 tersebut pengerjaannya diduga tidak sesuai spesifikasi atau volume pekerjaan.

Proyek di Kota Bengkulu milik Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bengkulu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Cipta Karya yang dibangun menggunakan APBN dan APBD Kota Bengkulu terindikasi ada pengurangan volume bangunan pada pelapis tebing Sungai Bengkulu.

Selain itu, pada proses pemasangan pipa besi diduga juga tidak sesuai spesifikasi.

Saat disinggung apakah penyebab ambruknya bangunan karena tidak sesuai spesifikasi ?
Made Ardana STMT selaku Sekretaris Pokja Perumahan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Bengkulu, menyatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan hal tersebut.

“Kita belum bisa menyimpulkan itu, karena belum ada kajiannya kan, tapi sementara informasi dari KPP itu karena bencana banjir dua kali menerjang,” jelas Made.

Made menyampaikan, penyebab robohnya bangunan akan dikaji secara teknis. Made menambahkan, bangunan yang amruk adalah tahap 1 dan rencananya pembangunan akan dilanjutkan tahap 2 hingga tahap 3. (BAY)

admin2
admin2
Untuk Informasi lebih lanjut tentang berita yang anda baca silahkan menghubungi kami. +6281382248493

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!