BencoolenTimes.com, – Sekretaris Pokja Perumahan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Bengkulu Made Ardana STMT menyebut penyebab ambruknya kontruksi wisata Kota Tuo di Pasar Bengkulu Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu, karena bencana alam.
Hal ini diungkapkan Made Ardana usai diskusi dengan pihak terkait dengan pembangunan wisata Kota Tuo Kota Bengkulu, Jumat (24/2/2023).
“Sementara informasi itu karena bencana banjir dua kali menerjang,” jelas Made.
Made menerangkan, berdasarkan hasil koordinasi sementara dengan pihak terkait, Wisata Kota Tuo akan di lokalisir agar pengunjung tidak ke tempat wisata yang ambruk.
Selain itu, Pemerintah Kota Bengkulu bersama pihak Balai serta terkait lainnya akan melakukan rapat menyikapi ambruknya tempat wisata yang pembangunannya kolaborasi antara Pemkot Bengkulu dengan Pemerintah Pusat tersebut.
“Kegiatan di Kota Tuo tetap berjalan seperti biasa, tapi kita akan melokalisir struktur yang kira-kira sudah rusak. Apakah nanti dipasang seng atau banner, paling tidak sementara pengunjung tidak melewati lokasi,” kata Made.
Sementara, saat ditanya apakah ambruknya wisata Kota Tuo karena gagal kontruksi? Made Ardana menyatakan, pihaknya akan melakukan kajian bersama semua pihak yang terkait dengan pembangunan wisata Kota Tuo.
“Kita sudah sepakat dengan kawan-kawan akan buat kajian bersama. Sekarang belum bisa berargumentasi karena belum ada hasil kajian itu,” ucap Made saat dicecar wartawan.
Saat ditanya wajarkah bangunan yang baru setahun dibangun tetapi sudah ambruk ? Made menyatakan belum bisa menerangkan karena masih akan dikaji.
“Saya belum bisa menjawab itu karena nanti hasil kajian yang menentukan ya kan,” ucap Made.
Ketika disinggung soal bangunan ambruk karena diduga tidak sesuai spesifikasi karena pengurangan volume? Made menyatakan belum bisa menyimpulkan karena ada kajiannya.
“Kita belum bisa menyimpulkan itu, karena belum ada kajiannya kan,” jelas Made.
Made juga belum bisa memastikan apakah yang ambruk tersebut yang dibangun Pemkot atau Kementerian, karena masih akan dikaji bersama.
“Kita belum pastikan ya, tapi yang jelas ini kolaborasi Pemerintah Kota dengan Pemerintah Pusat,” tukas Made.
Terpisah, berdasarkan hasil pengumpulan informasi dan data, pembangunan Wisata Kota Tuo tahap 1 tersebut pengerjaannya diduga tidak sesuai spesifikasi atau volume pekerjaan.
Proyek di Kota Bengkulu milik Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bengkulu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Cipta Karya yang dibangun menggunakan APBN dan APBD Kota Bengkulu terindikasi ada pengurangan volume bangunan pada pelapis tebing Sungai Bengkulu.
Selain itu, pada proses pemasangan pipa besi diduga juga tidak sesuai spesifikasi. (BAY)



