32 C
New York
Friday, June 12, 2026

Buy now

spot_img

Peredaran Uang Palsu Mulai Marak, Masyarakat Harus Teliti 

BencoolenTimes.com, – Jelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah/2023 Masehi, masyarakat diminta untuk berhati-hati dan waspada terhadap peredaran uang palsu (Upal). Pasalnya, keberadaan uang palsu mulai marak beredar.

Menyikapi telah beredarnya upal, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) wilayah Bengkulu, Darjana menyampaikan, menjelang hari besar keagamaan dan tahun politik, peningkatan kewasadaan terhadap peredaran uang palsu harus diantisipasi oleh masyarakat dan para pelaku usaha.

”Menjelang ramadhan dan tahun politik kita waspada sekali dengan adanya penyebaran uang palsu, yang disampaikan pak Gubernur sangat benar, mari kita sama-sama meningkatkan kewaspadaan dengan meningkatkan literasi keuangan, dalam hal ini memahami ciri-ciri uang palsu dalam rangka cinta, bangga dan paham rupiah,” kata Darjana, Senin (20/3/2023).

Darjana mengimbau dan mendorong semua pihak untuk masuk ke dalam digitalisasi transaksi pembayaran, khususnya melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang merupakan salah satu transaksi pembayaran menggunakan QR code dari Bank Indonesia agar proses transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Transaksi ini sangat membantu mencegah peredaran uang palsu.

”Kami sampaikan terimakasih tentunya kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah ikut serta dalam mengurangi penyebaran uang palsu dengan menggunakan QRIS. Kami juga sangat mengimbau sekali masyarakat untuk masuk ke dalam digitalisasi pembayaran, karena akan sangat membantu dalam mengurangi penggunaan uang palsu,” jelas Darjana.

Selain itu, Bank Indonesia perwakilan Bengkulu hingga saat ini terus melakukan berbagai upaya mencegah dan mengatasi penyebaran uang palsu di wilayah Bengkulu, salah satunya melakukan kegiatan sosialisasi secara  terus menerus, khususnya di tempat-tempat yang menjadi pusat transaksi masyarakat.

”Sosialisasi tetap berjalan, bahkan sekarang dengan penukaran uang. Jadi nantinya bergandengan antara tunai, peredaran uang baru untuk menghadapi ramadhan termasuk juga sosialisasi digitalisasi pembayaran non tunai,” demikian Darjana.

Sementara, Gubernur Bengkulu, Dr. H Rohidin Mersyah, MMA mengimbau kepada masyarakat dan para pelaku usaha yang ada di wilayah Bengkulu, untuk sentiasa waspada dan teliti dalam mengamati keberadaan uang palsu saat melakukan transaksi pembayaran.

”Tentu para pelaku usaha dari semua sektor untuk berhati-hati, sebagaimana yang dikampanyekan BI yang paling paham bagaimana untuk mengenali uang yang asli dan palsu. Kalau ragu bisa ditanyakan dahulu, jadi jangan cepat mengeksekusi,” terang Rohidin.

Gubernur juga mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk dapat melakukan transformasi penggunaan transaksi pembayaran non tunai sebagai salah satu langkah untuk menghindari adanya transaksi pembayaran menggunakan uang palsu. Selain itu, transaksi ini merupakan salah satu tuntutan dari perkembangan zaman menuju digitalisasi pembayaran.

”Memang memulai pembayaran dengan non tunan akan menghindari penggunaan uang palsu.Tadi saya belanja dengan ibu-ibu UMKM langsung menggunakan QRIS dan cepat bayar nggak akan kena uang palsu,” kata Rohidin mengakhiri. (JRS)

admin2
admin2
Untuk Informasi lebih lanjut tentang berita yang anda baca silahkan menghubungi kami. +6281382248493

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!