BencoolenTimes.com, – Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Armed Wijaya mengakui, pihak kepolisian kesulitan untuk mengungkap kasus penembakan terhadap Rahiman Dani, calon DPD RI Dapil Bengkulu yang terjadi beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan Kapolda Bengkulu disela silaturahmi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Provinsi Bengkulu, Senin (12/6/2023).
“Memang dalam pengungkapannya, saya sampaikan dari awal pelakunya profesional. Sampai sekarang sulit kami mengungkapnya. Namun kami tetap terus melakukan penanganan dengan seluruh kekuatan, kemampuan,” ungkap Kapolda dihadapan pengurus PBNU Provinsi Bengkulu.
Kapolda menambahkan, memohon doa dan dukungan kepada pengurus PBNU Provinsi Bengkulu agar dapat segera mengungkap kasus penembakan tersebut.
“Mudah-mudahan (segera terungkap) mohon doanya,” tutup Kapolda.
Sekadar mengingatkan, Rahiman Dani ditembak dua orang tak dikenal pada 3 Februari 2023 lalu. Penembakan itu berawal dari Rahiman Dani berjalan dari Rumahnya yang berlokasi di Jalan Kinal Baru RT 20 Kelurahan Pematang Gubernur Kota Bengkulu ke Masjid Al-Iman setempat untuk melaksanakan salat jumat.
Saat sekitar setengah perjalanan ke Masjid, tiba-tiba ada dua orang mengendarai sepeda motor berboncengan, mengenakan helm dan jaket berpapasan dengan Rahiman Dani. Lalu, dua orang tersebut putar balik dan menembak Rahiman Dani dari belakang.
Saat itu, dalam keadaan luka tembak, Rahiman Dani berjalan pulang ke rumah sembari memegang tangannya yang terkena tembakan. Setibanya di rumah, Rahiman Dani kemudian menyampaikan kepada anaknya bahwa dirinya ditembak orang tak dikenal.
Kemudian, Rahiman Dani langsung dibawa ke Rumah Sakit Rafflessia Kota Bengkulu. Akibat penembakan itu, Rahiman Dani mengalami luka tembak di bagian badan belakang sebelah kiri hingga tembus ke lengan kiri.
Kasus penembakan Rahiman Dani masih menjadi sorotan publik. Pasalnya, selain seorang tokoh politik Bengkulu, Rahiman Dani merupakan wartawan senior sekaligus Wakil Ketua Pusat salah satu Organisasi Media Online.
Pasca penembakan, polisi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara dan berhasil menemukan selongsong peluru di Tempat Kejadian Perkara.
Berdasarkan penelusuran pemburu TKP BDTV Cacam Nian di lokasi kejadian, serta keterangan sejumlah warga, kuat dugaan, penembakan terhadap Rahiman Dani sudah direncanakan jauh-jauh hari dan terduga pelaku sudah memetakan lokasi sebelum melakukan penembakan.
Pasca memimpin olah TKP usai kejadian, Kapolda Bengkulu, Irjen Armed Wijaya mengatakan, upaya dugaan pembunuhan terhadap Rahiman Dani dilakukan orang profesional dan pihaknya komitmen menangani kasus tersebut hingga tuntas. (BAY)



