BencoolenTimes.com, – Sudah lebih satu tahun sejak mengikuti Kejuaraan Karate Piala Pangdam II/Sriwijaya di Provinsi Jambi, Pengda INKAI Provinsi Bengkulu yang akan habis masa kepengurusannya, disebut-sebut belum melaporkan penggunaan dana yang dihimpun dari para atlet senilai Rp 1 juta 750 ribu per orang. Kejuaraan Piala Pangdam II/Sriwijaya itu diselenggarakan pada 20-24 Januari 2023 di GOR Kota Baru.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan penggunaan uang yang tak kunjung disampaikan itu menjadi pertanyaan. Sumber media ini yang enggan disebutkan namanya mengatakan, laporan realisasi anggaran kepada orangtua atlet itu sangat penting sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi.
Disebutkan, dari uang Rp 1 juta 750 ribu yang disetorkan, setiap atlet mendapatkan satu stel seragam kontingen berupa jaket dan celana training. Sementara untuk keberangkatan dibantu dua unit Armada milik Korem GAMAS.
Pihak Korem 041/GAMAS Bengkulu juga disebut mengucurkan dana ke Pengda INKAI. Hanya saja, berapa besaran dana yang dikucurkan tersebut tidak diketahui.
Besaran biaya yang disetorkan Rp 1 juta 750 ribu belum pernah dirinci untuk keperluan apa saja. Hanya diakumulasi totalnya saja dan diumumkan di grup WhatsApp. Orangtua atlet juga diminta untuk menyetorkan uangnya ke rekening pribadi, bukan rekening organisasi atau Perguruan INKAI Bengkulu.
“Kalau tidak salah ingat, waktu itu dikatakan akan dilaporkan penggunaan uang tersebut setelah selesai kegiatan di Jambi. Tapi sampai saat ini, laporan itu belum pernah disampaikan. Jadi, kita tidak tahu apakah dananya cukup, kurang, atau ada surplus? Ini kan uang dari anak-anak. Kecuali uang kas organisasi, tentu tidak etis kita pertanyakan,” kata sumber.
“Jadi yang dituntut oleh orangtua itu adalah transparansi, khususnya terhadap penggunaan uang yang sudah disetorkan. Karena cerita anak-anak, selama di Jambi, mereka cuma makan nasi bungkus selama pertandingan. Tidak ada puding. Tidak ada buah. Tidurnya di mess, bukan hotel. Satu kamar diisi 3-4 orang. Ada 10 kamar yang disewa Kontingen Bengkulu,” ungkapnya.
Terpisah, media ini telah berupaya mengonfirmasi Ketua Pengda INKAI Provinsi Bengkulu perihal tersebut, Selasa (11/6/2024). Namun, hingga berita ini diterbitkan, media belum mendapatkan jawaban. (BAY)





