BencoolenTimes.com – Seorang anak di Kabupaten Rejang Lebong, Da, menemukan bapaknya, Am (37) dalam kondisi tergantung di tengah rumah mereka, Jumat pagi, 17 Januari 2025, sekitar pukul 09.30 WIB.
Seorang anak di Kabupaten Rejang Lebong, Da, menemukan bapaknya dalam kondisi tergantung saat pulang dari sekolah. Belum diketahui secara pasti apa motif sang bapak nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Dijelaskan Kasi Humas, Polres Rejang Lebong, AKP Sinar Simanjuntak, diketahui korban sendirian di dalam rumah yang berada di Kelurahan Jalan Baru, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong. Istri sedang tidak dirumah dan anaknya sejak pagi sudah berangkat sekolah.
Kejadian tragis tersebut, kata Kasi Humas, diketahui saat salah satu anak korban pulang dari sekolah. Saat itu pintu rumah tidak terkunci dan saat membuka pintu, sang anak melihat bapaknya sudah dalam kondisi gantung diri ditengah rumah.
Selanjutnya, anak korban langsung memanggil tetangga untuk meminta pertolongan terhadap sang bapak. ‘’Warga dan tetangga langsung menghubungi istri korban serta melaporkan kejadian ke Polres Rejang Lebong,’’ sampai Kasi Humas.
Menurut keterangan istri korban, sambung Kasi Humas, tidak diketahui apa penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri didalam rumah.
Namun memang, sejak beberapa hari belakangan, korban selalu mengatakan ingin mati dan bunuh diri. ‘’Istrinya tidak tahu pasti apa motifnya, tapi korban sejak 3 hari belakangan selalu mengatakan ingin mati,’’ sambung Kasi Humas.
Dilanjutkan Kasi Humas, korban gantung diri menggunakan tali tambang kecil warna putih untuk mengikat bagian lehernya. Panjang tali dari bekas putus kelantai dengan panjang 2,75 Meter, ikatan dileher korban merupakan ikatan keatas dan ikatan dileher korban berada diatas jakun melingkar keatas bagian belakang korban.
Diketahui, dari kemaluan korban mengeluarkan cairan, simpul tali dileher simpul hidup, Lidah korban dalam keadaan menjulur dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
‘’Dari hasil pemeriksaan ditubuh korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Keluarga korban juga menolak untuk dilakukan visum, karena menganggap ini adalah musibah,’’ demikian Kasi Humas.(OIL)



