BencoolenTimes.com – Wisata Tebing Suban di Kelurahan Talang Ulu, Kecamayan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Kamis siang, 16 April 2026, nyaris memakan korban jiwa.
Wisata Tebing Suban yang menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak di kunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah, Kamis siang sempat hebohkan pengunjung karena kejadian adanya anak tenggelam di Kolam Wisata di lokasi wisata tersebut.
Data terhimpun, korban bernama Naura Acrchila Putri (7) warga asal Desa Najungan, Kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), berwisata di Destinasi Wisata Tebing Suban bersama orang tuanya.
Korban bersama keluarganya datang sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung berkeliling serta mandi di kolam Wisata Tebing Suban. Setelah selesai mandi, orang tua korban saat itu sedang mengantikan baju adik korban yang paling kecil.
Setelah selesai, orang tua korban menanyakan kepada keponakannya keberadaan korban. Keponakannya tersebut menjawab, korban masih dikolam dan setelah orang tua melakukan pengecekan, ternyata anak mereka sudah tenggelam.
Untung saja, ayah korban bergerak cepat dan langsung terjun ke dalam kolam untuk menyelamatkan anaknya. Selanjutnya terhadap korban langsung dilakukan penanganan pertama, kemudian korban dibawa ke Bidan yang berada masih di Kelurahan Talang Ulu.
Dijelaskan Kepala Seksi (Kasi) Humas, Polres Rejang Lebong, AKP M, Hasan Basri, diduga korban memang belum bisa berenang. Ditambah lagi kedalaman kolam mencapai 1,5 meter.
‘’Untuk saat ini, korban dinyatakan selamat dan sudah sadar atau mulai kembali pulih. Namun orang tuanya masih akan melakukan pengecekan kesehatan kembali, untuk memastikan kondisi kesehatan korban benar-benar pulih seperti semula,’’ ungkap Kasi Humas.
Ditambahkan Kasi Humas, keterangan orang tua korban, jika memang hasil pemeriksaan nantinya korban dinyatakan benar-benar sudah sehat, mereka akan langsung pulang ke tempat asal mereka di Desa Nanjungan, Kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumsel.
‘’Menurut keterangan orang tua korban, bahwasanya pihak pengelola wisata bersedia bertangung jawab atas pengobatan korban. Apabila pengecekan korban dirumah sakit dinyatakan sehat, korban dan keluarganya akan langsung pulan ke tempat asal mereka,’’ demikian Kasi Humas.(OIL)



