26.5 C
New York
Friday, April 17, 2026

Buy now

spot_img

Bahan Minyak Goreng Disuling, PT. OSL Klaim Meminimalisir Polusi

BencoolenTimes.com – Bahan Minyak goreng disuling, menjai salah satu solusi PT. Olein Sawit Lestari (OSL) yang beroperasi di Desa Sarimulyo, Kecamatan Sukaraja bisa meminimalisir polusi.

Bahan Minyak goreng disuling, menjadi alternative pengolahan produk turunan dari Crude Palm Oil (CPO) yang dilakukan PT. OSL alias tidak lagi dilakukan dengan pembakaran.

Selaku Manager, PT. OSL, Zul Fajri H mengutarakan jika perusaahn yang mengelola turunan CPO yang di suplay dari perusahaan TBS di Kabupaten Seluma. Olein kelapa sawit adalah fraksi cair dari minyak kelapa sawit hasil proses fraksinasi, yang berwujud cair pada suhu ruang.

Baca Juga  Bukan Hanya Lebong, Seluma Juga Banjir

Hal ini merupakan bahan baku utama minyak goreng, berwarna kuning muda, hambar dan tidak berbau (terutama dalam bentuk Refined, Bleached, and Deodorized-RBD).

‘’Prosesnya melalui tahapan demi tahapan, sehingga menjadi olien ini dan tidak melalui pembakaran, sehingga sangat minim adanya polusi udara,’’ tegas Zul.

Dijelaskan Zul, jika bahan baku dari olien ini berupa CPO yang sudah jadi. Sehingga penampungan dan dilakukan pengolahan secara tertutup dan tidak menggunakan pembakaran ataupun perebusan seperti pengelolaan TBS menjadi CPO, melainkan melalui penyulingan saja.

Baca Juga  Beberapa Kabupaten Banjir, Bagaimana Kota Bengkulu?

‘’Disini kita gunakan bahan baku yang sudah jadi berupa CPO dan penyulingan keseluruhannya di lakukan secara tertutup, serta tidak ada wadah yang terbuka,’’ jelas Zul.

Dengan pengelolaan demikian, Zul memastikan polusi udara yang dirasakan kecil kemungkinan berasal dari PT OSL ini sendiri. Mengingat seluruh pekerjaan juga dilakukan secara tertutup dan keseluruhannya sudah secara digital serta terkontrol di setiap tahapan penyulingan.

‘’Produk Olien ini sendiri siap dipasarkan dari setiap tahapan, bahkan olien sendiri tidak menimbulkan aroma pada produk turunan dari CPO ini,’’ tegas Zul.

Baca Juga  Jembatan Matan Jebol Diterjang Banjir

Dibeberkan Zul, jika PT. OSL saat ini sudah bisa menampung CPO sebanyak 500 ton perharinya yang langsung di olah menjadi olien ini. Hanya saja, saat ini penyumplay bahan baku baru dari internal perusahaan Pt BSL 1 dan BSL II.

‘’Ini merupakan bahan mentah minyak yang siap untuk di kemas menjadi minyak manis,’’ beber Zul.

Diharapkan, kedepan perusahaan turunan CPO ini bisa berkontribusi pada kebutuhan minyak manis, khusus Provinsi Bengkulu. ‘’Mudah mudahan perusahan kita bisa berkembang pesat dan bisa memenuhi kesejahteraan masyarakat,’’ imbuh Zul.(LRS)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!