BencoolenTimes.com – Pulang berkebun, Bapak di Kabupaten Rejang Lebong temukan anaknya sudah tidak bernyawa dengan posisi diduga nekat Gantung Diri (Gandir) di dalam kamar tidurnya.
Pulang berkebun, Bapak di Kabupaten Rejang Lebong, Ed (50) warga Kecamatan Bermani Ulu Raya, menemukan anaknya FM (16) yang masih berstatus pelajar, dalam posisi Gandir dalam kamar dan sudah meninggal dunia.
Kejadian memilukan tersebut, terjadi di wilayah Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong saat memasuki waktu Mahgrib atau sekitar pukul 18.00 WIB, 14 April 2026.
Hal ini langsung membuat heboh warga sekitar rumah korban, terlebih saat kejadian memang warga berada di rumah masing-masing setelah menjalankan aktivitas sehari-hari.
Diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Rejang Lebong, AKP M. Hasan Basri, kejadian pertama kali diketahui orang tua korban yang baru pulang dari berkebun.
Saat sampai di rumah, bapak korban awalnya memanggil-manggil nama korban dari luar rumah, hingga ke dalam rumah. Namun saat itu, tidak ada sahutan korban dari dalam rumah.
‘’Bapak korban ini baru pulang dari kebun dan awalnya mencari korban sembari memanggil nama Korban dan masuk ke dalam rumah yang saat itu memang tidak terkunci,’’ ungkap Kasi Humas.
Setelah masuk ke dalam rumah, lanjut Kasi Humas, bapak korban melihat pintu kamar korban tertutup rapat. Sembari memanggil nama anaknya, bapak korban membuka pintu kamar yang tidak terkunci.
Bapak korban kaget, karena saat pintu terbuka, terlihat dalam posisi tergantung setengah duduk dengan tali tambang yang diakat di kayu diatas kamar dan melilit leher korban.
‘’Bapak korban menemukan anaknya dalam posisi diduga Gandir dengan menggunakan tali berjenis Tambang yang diikat di sebuah kayu blandar kamar korban,’’ lanjut Kasi Humas.
Ditambahkan Kasi Humas, setelah dilakukan evakuasi dan upaya pertolongan, korban di nyakan meninggal dunia. Adapun hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, didapati tinggi Tali 150 cm.
Kemudian tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, Alat Kelamin korban mengeluarkan cairan, serta ada bekas jeratan di leher korban dengan posisi melingkar naik.
‘’Diperkirakan korban sudah meninggal lebih kurang dari dua jam sebelum ditemukan orang tuanya. Berdasarkan permintaan dari pihak keluarga, terhadap korban tidak dilakukan Visum dan keluarga sudah membuat pernyataan penolakan otopsi,’’ imbuh Kasi Humas.(OIL)



