BencoolenTimes.com – Sempat ancam orangtua dengan senjata tajam, rumah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kelurahan Dermayu, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma didatangi pihak pemerintah setempat.
ODGJ berinisial Wa (39) tersebut diketahui tinggal dengan ibunya yang sudah tua serta dengan kondisi ekonomi yang cukup memprihatinkan. Hal ini diketahui setelah Lurah Dermayu, Amran yang turun langsung ke rumahnya ODGJ tersebut.
Dijelaskan Amran, mereka mendapatkan informasi atau laporam dari orang tua ODGJ yang disebutkan mulai agresif dan mengkhawatirkan. Selain sampan mengancam orang tuanya, dikhawatirkan juga akan mengganggu warga di lingkungan rumahnya.
‘’Setelah kami cek langsung ke rumah yang bersangkutan, memang kondisinya sangat memprihatinkan dan sudah mulai meresahkan keluarga maupun warga sekitar,’’ terang Amran.
Amran menjelaskan, Wa kini mulai menunjukkan perilaku agresif dengan merusak sejumlah perabot rumah tangga milik keluarga. Bahkan, yang lebih mengkhawatirkan, Wa dilaporkan sempat melakukan pengancaman terhadap ibunya sendiri dengan menggunakan senjata tajam.
‘’Kondisi ini tentu sangat berbahaya, baik untuk dirinya sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Karena itu, perlu tindakan cepat dan tepat,’’ tegas Amran.
Pihak kelurahan, lanjut Amran, telah berupaya melakukan koordinasi dengan Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Bengkulu untuk penanganan medis terhadap Wa. Namun, pihak rumah sakit menyampaikan belum dapat melakukan penjemputan maupun penanganan tanpa adanya rujukan resmi dari pemerintah daerah.
‘’RSJKO menyampaikan bahwa kewenangan penanganan ODGJ saat ini berada di pemerintah daerah. Jadi harus ada peran langsung dari Pemkab Seluma melalui dinas terkait,’’ ungkapnya.
Untuk itu, Amran berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma melalui Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan dapat segera turun tangan membantu proses rujukan Wa ke RSJKO Bengkulu agar mendapatkan penanganan medis yang layak.
Selain penanganan kesehatan, keluarga Wa juga sangat membutuhkan bantuan sosial berupa pangan. Pasalnya, keluarga tersebut diketahui memiliki keterbatasan ekonomi sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
‘’Kami berharap ada bantuan pangan dan perhatian khusus, karena keluarga ini juga tergolong kurang mampu,’’ pungkas Amran.(SRL)



